Ekonom: Mustahil Berantas Mafia Migas jika Masih Impor

Rabu, 24 September 2014 - 15:31 WIB
Ekonom: Mustahil Berantas...
Ekonom: Mustahil Berantas Mafia Migas jika Masih Impor
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan, keberadaan mafia migas yang sulit terdeteksi dikarenakan masih berlangsungnya impor migas ke luar negeri.

Pasalnya, kalau impor itu masih terjadi, maka masih ada kerja sama dengan luar negeri, ada dokumen-dokumen.

Termasuk, kata dia, kebijakan yang dikelola pemerintah dan pihak-pihak tertentu. Keadaan ini yang membuka peluang kecurangan migas semakin terasa.

"Itu bohong! Kalau kita masih bisa menyebutkan kegiatan impor, beli dari luar, kita enggak akan pernah bisa menghapus mafia migas. Selama kita masih bicara liberalisasi, jangan pernah bisa bicara membasmi mafia migas," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Menurutnya, para mafia migas ini sedang bersembunyi dibalik tirai kepemimpinan suatu lembaga di Indonesia, jadi tidak akan terdeteksi.

Ichsanuddin mengatakan, kedok mereka adalah dari kegiatan impor yang dilakukan pemerintah.

"Akar masalahnya di sini, bisa diatasi atau enggak. Bukan soal apa lembaganya, tapi siapa orangnya. Karena itu akar masalahnya dilihat orang-orangnya," jelas dia.

Dia menilai, selama Indonesia masih memiliki kecacatan dalam bidang hukum soal kebijakan-kebijakan migas, pemberantasan mafia sektor migas akan menjadi mimpi yang tak kunjung usai.

"Selama hukum kita enggak jalan, selama hukum kita enggak tegas dan selama hukum kita bisa dibayar, jelas itu tidak bisa. Mimpi," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved