Gagasan Tol Laut dan Poros Maritim Belum Memiliki Pondasi

Kamis, 25 September 2014 - 21:15 WIB
Gagasan Tol Laut dan...
Gagasan Tol Laut dan Poros Maritim Belum Memiliki Pondasi
A A A
JAKARTA - Institute Maritime Indonesia (IMI) memandang gagasan pembangunan Tol Laut dan Poros Maritim yang diusung Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) belum memiliki pondasi yang kuat.

IMI mengingatkan, berbicara maritim tanpa memahami substansi dasar, terutama terkait kebijakan sangat berbahaya.

"Kesalahan persepsi akan jadi boomerang dan kontra produktif. Sebagai contoh, Poros Maritim dan Tol Laut. Ini seakan menyingkirkan tahapan penting dari proses yang seharusnya dilakukan untuk membangun sebuah negara maritim," ujar Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Kamis (25/9/2014) malam.

Menurut Paonganan, sebelum berbicara "poros" seharusnya bicara dulu soal hal mendasar, seperti ALKI (alur laut kepulauan Indonesia).

"Walaupun PBB melalui UNCLOS memayungi ALKI, kita harus mengerti bahwa kapal-kapal asing tersebut melintasi wilayah Indonesia," paparnya.

Kemudian, kata pria yang akrab disapa Ongen ini, sebelum bicara istilah Tol Laut, maka harus bicara moda-moda transportasi dan utamanya sistem transportasi laut yang saat ini masih "amburadul".

Seperti, ketersediaan kapal dan tata kelola pelabuhan yang tidak maksimal, akhirnya berdampak pada pembangunan ekonomi.

"Jangan membayangkan lautan itu seperti daratan. Apalagi membayangkan lalu lintasnya, seperti moda-moda transportasi di jalanan ibu kota. Mengatasi kemacetan dengan menghadirkan tol itu salah satu bentuk spontan dari pola pikir orang daratan yang tidak mengerti maritim," beber Ongen sambil tersenyum.

Sebelum bicara hal-hal aplikatif, seperti Tol Laut, jargon-jagon seperti Poros Maritim dan sebagainya, yang perlu dilakukan diawal adalah memiliki pondasi dari gerakan mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim.

"Indonesia belum memiliki maritime policy sebagai pondasi menuju negara maritim. UU yang terkait dengan maritim masih tumpang tindih tak karuan. Dari mana bisa hadir hal-hal yang aplikatif? Apalagi jargon yang melibatkan dunia segala," tandas Ongen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Efisiensi Logistik,...
Efisiensi Logistik, Pelaku Bisnis Multimoda Harus Berkolaborasi
Mahasiswa Kalmas Minta...
Mahasiswa Kalmas Minta Pemerintah Tambah Armada Kapal Perintis
Seaplane: Solusi Mengatasi...
Seaplane: Solusi Mengatasi Keterbatasan Transportasi Darat dan Laut di Indonesia
Indonesia Negara Maritim,...
Indonesia Negara Maritim, Tapi Kontribusi Transportasi Laut Hanya 6%
Aktivitas Logistik Harus...
Aktivitas Logistik Harus Kembali Normal Saat Adaptasi Kebiasaan Baru
Ini Syarat dari Kemenhub...
Ini Syarat dari Kemenhub bagi Calon Penumpang Transportasi Laut
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
39 menit yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
1 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
2 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
4 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved