Dahlan Sebut Bandara Indonesia Terlihat Primitif

Jum'at, 26 September 2014 - 13:58 WIB
Dahlan Sebut Bandara...
Dahlan Sebut Bandara Indonesia Terlihat Primitif
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebut bandara Indonesia terlihat seperti di negara primitif.

Karena itu, Dahlan memerintahkan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk menggabungkan passenger services charge (PSC) dan tiket pesawat.

Dia mengaku, alasan penggabungan PSC dengan tiket pesawat yang diterapkan Garuda Indonesia untuk memberikan pelayanan lebih praktis pada para masyarakat.

Hal tersebut, kata mantan bos PLN ini, bandara di Indonesia tidak dipandang primitif, dengan menerapkan aturan yang berbelit dan tidak praktis.

"Garuda melakukan apa yang dilakukan negara maju di luar negeri. Supaya jangan kelihatan di bandara itu seperti di negara primitif, terlalu banyak loket, terlalu banyak bayar. Sehingga saya minta waktu itu Garuda agar menyatukan airport fee-nya dengan tiket," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Namun hal tersebut, justru membuat Garuda rugi besar. Sebab, aturan penggabungan PSC dan Tiket pesawat tidak diikuti oleh maskapai lain di Indonesia.

Menurutnya, lantaran kerugian yang diderita, Garuda tidak memperpanjang kontrak penerapan PSC dalam tiket dengan PT Angkasa Pura I dan II.

"Dan saya tidak bisa mengharuskan penerbangan lain itu. Yang bisa mengharuskan adalah kemenhub," tambahnya.

Dahlan pun mengaku tidak akan mempersoalkan keputusan Garuda untuk tidak memperpanjang kontrak PSC dalam tiket dengan AP.

"Karena, kalau saya memaksa Garuda untuk tetap menyatukan airport fee dan tiketnya, sementara perusahaan lain tidak melakukan itu ya berarti saya mempersusah Garuda," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cerita Dahlan Iskan,...
Cerita Dahlan Iskan, Batuk dan Defisit Vitamin D Setelah Positif COVID-19
Dahlan Iskan Sebut Kemungkinan...
Dahlan Iskan Sebut Kemungkinan Tertular di Pesantren Keluarga
Dahlan Iskan Nyaris...
Dahlan Iskan Nyaris Jadi Capres
Dahlan Iskan Penuhi...
Dahlan Iskan Penuhi Panggilan KPK
Dahlan Iskan: Ada 30...
Dahlan Iskan: Ada 30 BUMN Mati, tapi Tak Bisa Dikuburkan karena Politik
Berstatus PKPU, Dahlan...
Berstatus PKPU, Dahlan Iskan Sebut Kebangkrutan Garuda di Depan Mata
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved