Pro dan Kontra RUU Pilkada Goyangkan Rupiah

Senin, 29 September 2014 - 10:17 WIB
Pro dan Kontra RUU Pilkada...
Pro dan Kontra RUU Pilkada Goyangkan Rupiah
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai, pro dan kontra pembahasan RUU Pilkada turut menyumbangkan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD).

"Tapi, nilai tukar ada juga terpengaruh perkembangan kondisi geopolitik, perkembangan di China atau di domestik. Adanya sidang (RUU Pilkada) kemarin juga pengaruh, kita perlu mewaspadai," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Minggu (28/9/2014) malam.

Selain itu, Agus juga mengatakan, kondisi nilai tukar rupiah yang lemah juga disebabkan karena faktor eksternal, terutama isu kenaikan tingkat suku bunga Amerika Serikat (Fed Fun Rate) yang disinyalir akan naik lebih cepat.

"Saya enggak komentar tentang nilai tukar, tapi secara umum nilai tukar itu mencerminkan kondisi ekonomi bahwa pada saat yang lalu banyak faktor eksternal berperan. Khusunya proses normalisasi AS dan statement yang menunjukkan kondisi AS terus membaik," jelas dia.

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menilai kondisi rupiah yang naik turun selama sepekan kemarin lebih diakibatkan karena Fed Yellen yang akan menaikkan interest rate-nya.

"Saya sudah bilang dari dua bulan lalu, pasar keuangan bakal kena. Karena Yellen beberapa hari lalu menyatakan situasi ekonomi AS jauh lebih baik dari yang diperkirakan. Itu bisa lebih cepet perkiraan kenaikan bunganya," jelas Chatib.

Keputusan AS untuk merevisi tingkat pertumbuhannya menjadi 4,6% pun dinilai cukup luar biasa. Sehingga AS pun memutuskan untuk menaikkan interest rate-nya lebih cepat.

"Saya Kkira AS baru ngeluarin revisinya kemarin 4,6% growth-nya. 4,6% buat negara sebesar AS itu luar biasa. Kita saja yang size-nya cuma seperberapa Amerika, bisa rumbuh 5,2%. Artinya 4,6% itu luar biasa. Sehingga mereka memutuskan interest rate-nya itu naik lebih cepat," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
25 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
46 menit yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
1 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
2 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
4 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved