Kecelakaan Kembali, ESDM Didesak Beri Sanksi Freeport
Senin, 29 September 2014 - 11:03 WIB
Kecelakaan Kembali, ESDM Didesak Beri Sanksi Freeport
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha meminta Kementerian ESDM memberikan sanksi pada PT Freeport Indonesia, karena kembali terjadi kecelakaan yang menewaskan empat pekerja.
"Harus kasih sanksi karena menyangkut keselamatan kerja, bisa penghentian aktivitas pada lokasi dianggap rawan ini harus dilakukan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Minggu (28/9/2014) malam.
DPR RI menyesalkan insiden kecelakaan yang terjadi di wilayah kegiatan tambang Grasberg PT Freeport Indonesia, Timika, Papua yang kembali menelan korban.
Pihaknya menyesalkan sekali atas insiden yang menewaskan empat orang pekerja Freeport tersebut.
Padahal, perusahaan tambang asal Amerika ini telah memiliki teknologi canggih, yang seharusnya dapat mengurangi angka kecelakaan kerja.
"Saya, Komisi VII DPR menyesalkan betul sudah dua kali, sekarang ada empat (korban). Kita percaya Freepot kita berikan royalti rendah 1% dia punya technolgy underground mining. Itu royalti masih rendah untuk takaran dunia," tuturnya.
Menurutnya, terjadinya kecelakaan kerja tersebut menyebabkan kepercayaan DPR pada Freeport berkurang.
Kondisi ini menjadikan anggapan bahwa Freeport sama saja dengan perusahaan lainnya yang tidak maju. "Kalau underground mining kecelakaan berarti sama saja seperti perusaahaan tidak maju," ucap dia.
Seperti diketahui, pada sabtu (27/9/2014) telah terjadi kecelakaan tambang di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI).
Sebanyak empat orang pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih berada dalam perawatan di rumah sakit.
"Harus kasih sanksi karena menyangkut keselamatan kerja, bisa penghentian aktivitas pada lokasi dianggap rawan ini harus dilakukan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Minggu (28/9/2014) malam.
DPR RI menyesalkan insiden kecelakaan yang terjadi di wilayah kegiatan tambang Grasberg PT Freeport Indonesia, Timika, Papua yang kembali menelan korban.
Pihaknya menyesalkan sekali atas insiden yang menewaskan empat orang pekerja Freeport tersebut.
Padahal, perusahaan tambang asal Amerika ini telah memiliki teknologi canggih, yang seharusnya dapat mengurangi angka kecelakaan kerja.
"Saya, Komisi VII DPR menyesalkan betul sudah dua kali, sekarang ada empat (korban). Kita percaya Freepot kita berikan royalti rendah 1% dia punya technolgy underground mining. Itu royalti masih rendah untuk takaran dunia," tuturnya.
Menurutnya, terjadinya kecelakaan kerja tersebut menyebabkan kepercayaan DPR pada Freeport berkurang.
Kondisi ini menjadikan anggapan bahwa Freeport sama saja dengan perusahaan lainnya yang tidak maju. "Kalau underground mining kecelakaan berarti sama saja seperti perusaahaan tidak maju," ucap dia.
Seperti diketahui, pada sabtu (27/9/2014) telah terjadi kecelakaan tambang di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI).
Sebanyak empat orang pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih berada dalam perawatan di rumah sakit.
(izz)
Lihat Juga :