Firmanzah: Waspadai Ekonomi Setahun Ke Depan

Senin, 29 September 2014 - 17:48 WIB
Firmanzah: Waspadai...
Firmanzah: Waspadai Ekonomi Setahun Ke Depan
A A A
JAKARTA - Perekonomian Indonesia satu tahun ke depan diprediksi masih akan mengalami sejumlah tantangan, terutama dari faktor eksternal.

Karena itu, kesiapsiagaan para pengambil kebijakan baik dari sisi moneter, fiskal maupun sektor riil akan sangat menentukan fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.

Hal tersebut dikatakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah yang sudah menembus angka Rp12.000/USD.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mencapai level 5.000.

"Itu sesuai prediksi kita sebelumnya, rupiah akan mengalami tekanan akibat kebijakan Bank Sentral AS yang akan mengakhiri (tapering-off) pemberian stimulus moneter non-konvensional (quantitative easing/QE III)," terangnya seperti dikutip dari situs Setkab, Senin (29/9/2014).

Meski sejumlah pihak menganggap tidak ada kaitan, lanjut dia, penurunan IHSG juga menunjukkan kebijakan Bank Sentral AS juga mendorong terjadinya pelarian modal melalui konsolidasi pasar modal.

Firmanzah mengingatkan, selain pengakhiran pemberian stimulus moneter non-konvensional, indikator di bidang ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi di AS saat ini sudah membaik.

Sehingga, ada kemungkinan Bank Sentral negara tersebut akan menaikkan suku bunga acua (The Fed rate).

Jika ini dilakukan, maka dipastikan bank-bank sentral negara lain, termasuk Indonesia juga akan menaikkan suku bunga acuan untuk mencegah derasnya aliran modal keluar.

"Kalau BI ikut menaikkan suku bunga acuan, maka dipastikan pertumbuhan ekonomi tidak akan setinggi seperti asumsi makro dalam APBN 2015 yang disepakati sebesar 5,8%," terangnya.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan itu memaparkan, kenaikan suku bunga akan berdampak pada perekonomian, investasi, penciptaan lapangan kerja serta sektor riil secara keseluruhan.

Meningkatnya sukubunga acuan, akan membuat masyarakat menunda konsumsi dan cenderung menempatkan dananya di sektor perbankan.

Sementara, dari sisi perbankan, terdapat pilihan kebijakan. Di antaranya mengurangi Net Interest Margin (NIM) atau menyesuiakan suku bunga pinjaman, yang berisiko meningkatnya kredit bermasalah.

Selain tekanan dari AS, Firmanzah mengingatkan, bahwa perekonomian nasional juga akan dihadapkan pada sejumlah faktor eksternal, seperti perlambatan ekonomi besar dunia. Misalnya yang terjadi di China dan Eropa.

Sementara, tren pelemahan harga komoditas dunia serta instabilitas politik dan keamanan sejumlah kawasan juga akan mengganggu pemulihan ekonomi dunia.

"Meski Indonesia tidak terlalu bergantung pada aktivitas ekspor sebesar perekonomian sejumlah negara di ASEAN, namun sejumlah faktor itu akan berdampak pada laju pertumbuhan volume dan nilai ekspor nasional," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
16 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
23 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
45 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved