Harga Jual Emas Antam Turun Rp2.000, Buyback Rp6.000
Senin, 06 Oktober 2014 - 09:41 WIB
Harga Jual Emas Antam Turun Rp2.000, Buyback Rp6.000
A
A
A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada awal pekan ini susut Rp2.000 per gram. Sementara harga beli kembali (buyback) emas perseroan anjlok Rp6.000 per gram.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Senin (6/10/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram masih dibanderol pada harga Rp523.000 dibanding sebelumnya di harga Rp525.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas perseroan menjadi Rp463.000 dari sebelumnya di harga Rp469.000 per gram.
Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.006.000, dengan harga per gram Rp503.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.491.000 dengan harga Rp497.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.976.000 dengan harga per gram Rp494.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.470.000 dengan harga per gram dihargai Rp494.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.890.000, dengan harga per gram Rp489.000.
Harga emas 25 gram Rp12.150.000 dengan harga per gram Rp486.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.250.000, dengan harga per gram Rp485.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.450.000, dengan harga per gram Rp484.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp121.000.000, dengan harga per gram Rp484.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp241.800.000, dengan harga per gram Rp483.600.
Sementara harga emas global memperpanjang koreksi ke level terendah tahun ini setelah jumlah tenaga kerja Amerika Serikat (AS) di atas perkiraan, sehingga mendorong USD menguat dan memicu Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunganya.
Logam mulia untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,7% menjadi USD1.183,24 per ons pada pukul 09.49 di Singapura, terendah sejak 31 Desember 2013, yang berada di USD1.187,97.
Investor menghindari emas karena ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda perbaikan, yang mendorong kenaikan USD dan harapan The Fed untuk menaikkan suku bunganya.
"Sejak USD menguat, kami melihat penjualan berlanjut pada aset ETF. Ini menujukkan bahwa pasar emas kurang memberi rasa nyaman," kata Kepala Riset Komoditas di Australia & New Zealand Banking Group Ltd Mark Pervan seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (6/10/2014).
Indeks USD naik untuk minggu ketujuh dalam periode yang berakhir 3 Oktober, reli terpanjang sejak Juni 2010 setelah jumlah tenaga kerja tercatat sebanyak 248.000 di September, mengalahkan estimasi survei Bloomberg sebanyak 215.000. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa tingkat pengangguran turun menjadi 5,9% dari 6,1% pada Agustus.
Emas di Comex di new York untuk pengiriman Desember turun sebanyak 0,8% menjadi USD1.183,30, terendah untuk kontrak teraktif sejak 31 Desember, yang diperdagangkan di harga USD1.187,90.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Senin (6/10/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram masih dibanderol pada harga Rp523.000 dibanding sebelumnya di harga Rp525.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas perseroan menjadi Rp463.000 dari sebelumnya di harga Rp469.000 per gram.
Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.006.000, dengan harga per gram Rp503.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.491.000 dengan harga Rp497.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.976.000 dengan harga per gram Rp494.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.470.000 dengan harga per gram dihargai Rp494.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.890.000, dengan harga per gram Rp489.000.
Harga emas 25 gram Rp12.150.000 dengan harga per gram Rp486.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.250.000, dengan harga per gram Rp485.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.450.000, dengan harga per gram Rp484.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp121.000.000, dengan harga per gram Rp484.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp241.800.000, dengan harga per gram Rp483.600.
Sementara harga emas global memperpanjang koreksi ke level terendah tahun ini setelah jumlah tenaga kerja Amerika Serikat (AS) di atas perkiraan, sehingga mendorong USD menguat dan memicu Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunganya.
Logam mulia untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,7% menjadi USD1.183,24 per ons pada pukul 09.49 di Singapura, terendah sejak 31 Desember 2013, yang berada di USD1.187,97.
Investor menghindari emas karena ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda perbaikan, yang mendorong kenaikan USD dan harapan The Fed untuk menaikkan suku bunganya.
"Sejak USD menguat, kami melihat penjualan berlanjut pada aset ETF. Ini menujukkan bahwa pasar emas kurang memberi rasa nyaman," kata Kepala Riset Komoditas di Australia & New Zealand Banking Group Ltd Mark Pervan seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (6/10/2014).
Indeks USD naik untuk minggu ketujuh dalam periode yang berakhir 3 Oktober, reli terpanjang sejak Juni 2010 setelah jumlah tenaga kerja tercatat sebanyak 248.000 di September, mengalahkan estimasi survei Bloomberg sebanyak 215.000. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa tingkat pengangguran turun menjadi 5,9% dari 6,1% pada Agustus.
Emas di Comex di new York untuk pengiriman Desember turun sebanyak 0,8% menjadi USD1.183,30, terendah untuk kontrak teraktif sejak 31 Desember, yang diperdagangkan di harga USD1.187,90.
(rna)
Lihat Juga :