Suplai Berlebih, Harga Brent Terendah Sejak 2012

Senin, 06 Oktober 2014 - 10:04 WIB
Suplai Berlebih, Harga...
Suplai Berlebih, Harga Brent Terendah Sejak 2012
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah brent memperpanjang koreksi dan ke harga terendah sejak 2012 dan West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah USD90 untuk hari kedua di tengah spekulasi bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak akan memangkas produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan.

Minyak berjangka (futures) turun sebanyak 0,6% di London untuk hari kelima. Menurut orang yang mengetahui kebijakan OPEC, OPEC kemungkinan tidak akan mengurangi produksi sebelum pertemuan 27 November 2014, meski suplai minyak melebihi permintaan.

Sementara data pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan, produksi minyak AS mendekati level tertinggi sejak tahun 1986. Badan Energi Internasional memangkas proyeksi bulan lalu untuk pertumbuhan permintaan pada tahun 2014 dan 2015 karena melemahnya prospek ekonomi.

"Produksi minyak mentah mendorong harga minyak turun, sementara permintaan tetap rendah akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global," kata analis senior komoditas di Samsung Futures Inc Hong Ki Sung seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (6/10/2014).

Minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman November turun sebanyak 53 sen menjadi USD91,78 per barel dan berada di USD92,17 pada pukul 12.37 siang waktu Sydney. Kontrak turun 1,2% pada 3 Oktober 2014 ke USD92,31, penutupan terendah sejak Juni 2012. Harga brent telah turun 17% sepanjang tahun ini.

Sementara WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November naik 5 sen menjadi USD89,79 per barel. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 7% di bawah rata-rata 100 hari.

WTI merosot di bawah USD90 untuk kali pertama sejak April 2013 pada 2 Oktober 2014 setelah Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar di dunia memangkas harga ke Asia bulan lalu. Premi patokan minyak berjangka AS ini terhadap brent diperdagangkan sebesar USD2,30.

Arab Saudi menurunkan harga untuk Arab Light ke Asia sebesar USD1 per barel. Adapun survei bloomberg menyebutkan bahwa OPEC sebagai pemasok sekitar 40% minyak dunia, memompa 30,935 juta barel per hari pada September, terbesar sejak Agustus tahun lalu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
10 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
58 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
Penampakan Cumi-cumi...
Penampakan Cumi-cumi Raksasa Pertama Kalinya Sejak 100 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved