Tingginya Suku Bunga Perlambat Penyaluran Kredit

Selasa, 07 Oktober 2014 - 01:14 WIB
Tingginya Suku Bunga...
Tingginya Suku Bunga Perlambat Penyaluran Kredit
A A A
BANDUNG - Direktur Laboratorium Manajemen & Bisnis Unpad Aldrin Herwany mengatakan, tingginya suku bunga kredit tidak hanya akan berdampak pada sektor riil, tetapi juga berimbas terhadap perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit.

"Perang suku bunga di dunia perbankan juga akan berimbas pada perlambatan pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit hingga akhir tahun diprediksi akan berada di bawah 20%," ungkapnya, Senin (6/10/2014).

Menurutnya, perang suku bunga diakibatkan oleh suku bunga acuan (BI rate) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Saat ini, BI rate tetap ditahan tinggi pada angka 7,5%. Kondisi tersebut membuat perbankan menerapkan suku bunga deposito dan kredit yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, kata dia, kunci untuk menurunkan suku bunga perbankan adalah dengan menurunkan BI rate. Dia berharap BI Rate turun hingga pada angka 7,25% dan secara bertahap kembali diturunkan pada tahun depan di angka 6,5%.

"BI juga harus menetapkan batas atas dan batas bawah terutama untuk suku bunga deposito. Sebab, kalau tetap dibiarkan, suku bunga deposito terus naik sehingga menghambat sektor riil terutama segmen UMKM," katanya.

Sementara itu, Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi menilai, perang bunga deposito akan memberikan dampak buruk terhadap perekonomian secara umum. Tidak hanya itu, dalam jangka panjang perang dapat mengancam perbankan terkait.

"Nasabah kerap menganggap bunga deposito yang tinggi sebagai sesuatu yang menguntungkan. Namun hal ini justru perlu diwaspadai. Nasabah harus bersikap hati-hati terhadap bank yang menerapkan bunga deposito tinggi. Lihat kasus yang menimpa bank Century yang sempat memberikan bunga lebih tinggi dari bank lainnya," paparnya.

Dia mengimbau, nasabah jangan hanya melihat bunga despitonya saja, tetapi harus melihat bank tersebut dari sisi pengelolaan dana. Dia menggambarkan, jika suatu bank memberikan deposito tinggi maka mereka akan mencari investasi dengan return yang tinggi.

"Rata-rata NIM perbankan di Indonesia sekitar 5,5%, maka sebuah bank akan mencari investasi dengan return marjin minimal 16%-17%," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hal itu tidak sehat secara ekonomi karena menciptakan high cost economy. Suku bunga deposito yang tinggi juga akan membuat sektor riil mandeg, pasar modal terganggu, dan menimbulkan investasi berbiaya tinggi.

"Sudah banyak indikator yang menunjukkan bahwa BI rate sudah selayaknya turun secara bertahap," sebutnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
36 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
51 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Spesies Baru Bunga Anggrek...
Spesies Baru Bunga Anggrek Mirip Kaca Ditemukan di Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved