Penghapusan FLPP Hanya untuk Landed House di Perkotaan

Selasa, 07 Oktober 2014 - 06:31 WIB
Penghapusan FLPP Hanya...
Penghapusan FLPP Hanya untuk Landed House di Perkotaan
A A A
SEMARANG - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) memastikan tidak akan menghapus subsidi untuk perumahan dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP).

Dewan Pengawas Pusat Pembiayaan Perumahan Kemenpera Tri Buwono Tunggal menyatakan, FLPP tidak dihapuskan, namun hanya dilihkan ke rumah susun atau vertikal house. Hal itu dilakukan pasalnya saat ini sudah sulit ditemukan lahan untuk pembangunan rumah tapak sederhana terutama di wilayah perkotaan.

Dijelaskannya, meskipun subsidi dialihkan ke rumah susun, namun demikian untuk daerah-daerah yang masih memiliki lahan cukup untuk membangun rumah tapak, tetap masih bisa mendapatkan FLPP.

“Bukan penghapusan (FLPP) hanya dialihkan ke rusun, itupun hanya untuk wilayah perkotaan yang memang sudah padat, sulit mendapatkan tanah, dan harga tanahnya teralu mahal. Seperti di Kota Semarang ini tidak mungkin dibangun rumah tapak sederhana, tapi di luar Semarang misalnya Ungaran, Kendal, masih bisa membuat rumah tapak,” katanya, disela-sela pembukaan pesta rumah rakyat di Java Mal Semarang, Senin (6/10/2014).

Dia menyebutkan, rumah layak huni menjadi kebutuhan yang mendasar bagi masyarkat. Saat ini secara nasional, kebutuhan rumah masih sekitar 15 juta unit. Hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk pemerintah, perbankan dan pengembang untuk menyediakan rumah yang layak huni.

“Program FLPP merupakan program untuk mengupayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa punya rumah dengan syarat yang terjangkau. Syaratnya sangat ringan seperti bunga flat 7,2%, bebas PPN, bebas premi asuransi, bahkan ada yang bebas uang muka, jadi sangat meringankan masyarkat,” katanya.

Direktur Utama Pusat Pembiayaan Rumah FLPP Kemenpera, Budi Hartono menambahkan, Kemenpera telah menggelontorkan subsidi untuk lebih dari 300 ribu rumah FLPP dengan nilai kurang lebih Rp19,5 triliun.

“Kita berharap kedepan akan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan rumah sederhana,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam pameran pesta rumah rakyat di Java Mal Semarang yang akan berlangsung hingga 14 Oktober mendatang, diharapkan mampu menjual sedikitnya 1.000 unit rumah dengan nilai transaksi mencapai Rp100 miliar.

“Di Jateng ini minat masyarakat terhadap rumah FLPP masih sangat besar,” ujarnya.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng MR Priyanto berharap Kemenpera tidak memberlakukan penghapusan FLPP di Jateng. Pasalnya, MBR di Jateng belum mampu untuk membeli rumah susun, yang harganya di atas Rp200 juta. “Kami berharap Kemenpera tetap menggulirkan FLPP,” katanya.

Dijelaskannya, angka backlog atau kebutuhan rumah di Jawa Tengah di 2014 akan terus bertambah. Diprediksi, angka backlog bisa mencapai 400 ribu unit.

Pihak REI Jateng sendiri, tahun ini menargetkan ada kenaikan jumlah pembangunan rumah sebanyak 10%. Yaitu dari 7600 unit pada tahun lalu menjadi sekitar 8 ribu unit.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved