Lahan Pertanian Jagung Terus Menciut

Selasa, 07 Oktober 2014 - 18:33 WIB
Lahan Pertanian Jagung...
Lahan Pertanian Jagung Terus Menciut
A A A
JAKARTA - Pembukaan lahan baru untuk sentra jagung adalah gagasan ideal pengembangan jagung nasional. Tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan lahan pertanian terus menciut, tergerus oleh kepentingan non-pertanian.

“Melihat kenyataan ini, maka gagasan pemanfaatan benih jagung bioteknologi menjadi mutlak untuk diperhatikan,” kata Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Hal ini, kata Winarno, bukan berarti benih adalah segalanya, karena pemanfaatan benih mutlak dibarengi koreksi pada tatalaksana budidaya, perbaikan infrastruktur, peningkatan pengelolaan pasca-panen. Ini didukung beberapa aspek lain seperti penguatan kelembagaan petani dan jaminan serapan pasar dengan harga layak.

Sayangnya, lanjut Winarno, benih yang dikategorikan sebagai GMO (Genetically Modified Organism) atau RG (Rekayasa Genetik) ini oleh pemerintah belum diizinkan dikomersialisasikan di Indonesia, karena proses pengkajian keamanan hayati yang berjalan sangat lambat.

Dalam beberapa kesempatan melakukan studi perbandingan ke negara-negara tetangga pengguna benih bioteknologi, serta studi pustaka, diperoleh data yang menunjukkan jenis jagung ini mampu memberikan nilai lebih.

Jagung bioteknologi dapat menjaga potensi hasil tanaman dari penurunan yang disebabkan iklim yang ekstrim, hama-penyakit, serta pasokan air yang terbatas, sehingga jagung bioteknologi mampu memproduksi lebih di lahan yang sama.

Sampai saat ini, terdapat puluhan negara di dunia telah memanfaatkan komersialisasi benih jagung bioteknologi dalam 18 tahun terakhir. Data 2013 menunjukkan 175 juta ha lahan ditanami jagung jenis ini oleh 27 negara.

Tak hanya di negara maju, beberapa negara berkembang pun menggunakannya. Negara terdekat adalah Filipina yang sudah menggunakan benih jagung bioteknologi selama 12 tahun. Tercatat dalam 12 tahun pemanfaatannya, negara tersebut mampu menggandakan produksi jagung nasionalnya.

Angka produksi jagung Filipina pada 2013 ada di angka 7 juta ton. Produktivitas nasionalnya meningkat dari 4 ton/ha kini menjadi 7 ton/ha. Dari aspek keamanan, produk bioteknologi telah diuji keamanannya selama 30 tahun dan tercatat lebih dari 600 kajian ilmiah yang dilakukan oleh pihak luar.

“Dengan latar belakang berbagai fakta di atas, kami petani jagung meminta kepada pemerintah, untuk memberikan kepercayaan kepada kami untuk memanfaatkan benih jagung bioteknologi,” kata Winarno.

(Baca: Pemerintah Didesak Tingkatkan Produksi Jagung)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
42 menit yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
56 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
1 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
2 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
2 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved