Rupiah Dibuka Terdepresiasi
Rabu, 08 Oktober 2014 - 10:14 WIB
Rupiah Dibuka Terdepresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini dibuka terdepresiasi seiring tergelincirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke teritori merah pada awal perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp12.213 per USD. Posisi ini terkoreksi 11 poin dibanding penutupan Selasa (7/10/2014) di level Rp12.202 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.241 per USD. Posisi ini melemah 51 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.190 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga dibuka pada level Rp12.290 per USD. Posisi ini anjlok 88 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.202 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini pada level 12.233 per USD. Posisi tersebut memburuk 21 poin dibanding kemarin di level Rp12.202 per USD.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kemarin meski laju USD sedang bergerak menguat seiring kembali adanya tuntutan dan keinginan dari beberapa Kepala The Fed di negara bagian untuk menaikkan Fed rate dan imbas melemahnya euro setelah dirilisnya penurunan industrial production Jerman.
Kendati demikian, kenaikan tersebut dapat diimbangi dengan penguatan yen setelah BoJ menyampaikan dalam rilisnya tidak mengubah besaran stimulus sebesar 7 triliun yen (USD64,4 miliar) per bulan.
"Meski rupiah kemarin menguat seiring imbas kenaikan yen dan beberapa mata uang Asia lainnya, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah jika pelaku pasar mendapat imbas negatif dari kondisi politik," kata dia, Rabu (8/10/2014).
Sementara IHSG pagi ini tergelincir ke teritori merah karena ditekan sentimen negatif dari global. IHSG anjlok 48,68 poin atau 0,97% ke level 4.984,16.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp151 miliar dengan 116 juta saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp19,48 miliar. Tercatat 8 saham naik, 153 saham melemah dan 27 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp12.213 per USD. Posisi ini terkoreksi 11 poin dibanding penutupan Selasa (7/10/2014) di level Rp12.202 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.241 per USD. Posisi ini melemah 51 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.190 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga dibuka pada level Rp12.290 per USD. Posisi ini anjlok 88 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.202 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini pada level 12.233 per USD. Posisi tersebut memburuk 21 poin dibanding kemarin di level Rp12.202 per USD.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kemarin meski laju USD sedang bergerak menguat seiring kembali adanya tuntutan dan keinginan dari beberapa Kepala The Fed di negara bagian untuk menaikkan Fed rate dan imbas melemahnya euro setelah dirilisnya penurunan industrial production Jerman.
Kendati demikian, kenaikan tersebut dapat diimbangi dengan penguatan yen setelah BoJ menyampaikan dalam rilisnya tidak mengubah besaran stimulus sebesar 7 triliun yen (USD64,4 miliar) per bulan.
"Meski rupiah kemarin menguat seiring imbas kenaikan yen dan beberapa mata uang Asia lainnya, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah jika pelaku pasar mendapat imbas negatif dari kondisi politik," kata dia, Rabu (8/10/2014).
Sementara IHSG pagi ini tergelincir ke teritori merah karena ditekan sentimen negatif dari global. IHSG anjlok 48,68 poin atau 0,97% ke level 4.984,16.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp151 miliar dengan 116 juta saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp19,48 miliar. Tercatat 8 saham naik, 153 saham melemah dan 27 saham stagnan.
(rna)