Ini Saran BI Agar Rupiah Kembali Stabil

Rabu, 08 Oktober 2014 - 15:02 WIB
Ini Saran BI Agar Rupiah...
Ini Saran BI Agar Rupiah Kembali Stabil
A A A
JAKARTA - Deputi Senior Gubernur Bank Indonsia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan, agar nilai tukar rupiah terhadap USD kembali stabil, Indonesia harus meningkatkan ekspor manufaktur.

"Jadi, dorong dengan meningkatkan ekspor. Bisa produk dan jasa. Ekspor jasa itu seperti ketenagakerjaan, kalau ekspor produk itu ya dari kelapa sawit, batu bara, dan yang harus kita dorong adalah ekspor manufaktur," ujarnya di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Rabu (8/10/2014).

Menurutnya, saat ini ekspor manufaktur Indonesia mengalami penurunan cukup signifikan. Hal ini lantaran Indonesia tidak mengekspor produk komoditas bernilai tambah (produk olahan).

"Begini nih Indonesia di 20 tahun lalau ekspor manufaktur di Indonesia itu mencapai sekitar hampir 30%, saat ini sekitar 20% jadi ada penurunan di ekpsor manufaktur kita," tuturnya.

Dia menegaskan, pada saat komoditas naik, semua masuk ke komditas. Tapi komoditasnya mentah seperti kelapa sawit yang tidak diolah, begitu juga dengan nikel.

"nah kita harus diolah. Manufaktur itu kan harus dioalah," ucapnya.

Selain itu, lanjut Mirza, peningkatan produksi olahan di dalam negeri seperti produk sektor pangan perlu digencarkan. Ini akan berguna menekan impor pangan yang saat ini masih sangat tinggi.

"Produk-produk manufaktor di pameran ini (TEI 2014) cukup baik bagaiamana Indonesia mendorong ekspor manufaktur," ujar dia.

Mirza menjelaskan, Indonesia harus mampu menekan impor bagi produk yang bisa diproduksi di dalam negeri. Karena itu, sebagiknya dapat produksi di dalam negeri.

"Seperti panagn, kita jangan semakin tinggi impor pangan harus ada kebijakan-kebijakan sektor pertanian agar mendorong supaya kemandirian pangan ini semakin kuat," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
21 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved