Apindo: Investor Wait and See Aksi Jokowi
Rabu, 08 Oktober 2014 - 15:47 WIB
Apindo: Investor Wait and See Aksi Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menuturkan, saat ini investor menunggu aksi Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menstabilkan perekonomian Indonesia.
"Pemerintahan Jokowi ini belum dilantik. Dia harus membuktikan hal-hal positif. Sekarang permainan politik kita tidak mau mengikuti. Kalau Jokowi mampu mengubah semua, kondisi politik juga berubah. Jadi investor menunggu," katanya di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Rabu (8/10/2014).
Menurutnya, jika kondisi politik yang terjadi di Indonesia terus mengganggu investor, maka hal tersebut akan berdampak pada menurunnya tingkat investasi di Indonesia. (Baca: BI Bantah Rupiah Lemah Terimbas Penetapan Ketua MPR).
"Kita bicara capital market semua gampang terutama foreign direct investment itu. Tetapi kalau diganggu terus repot kita. Agak ada penurunan mereka bilang ada apa Indonesia. Situasi politik itu nomor satu," terangnya.
Kondisi politik Indonesia yang rentan ini juga mengakibatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah.
"Salah satunya anjloknya nilai tukar rupiah. Investor selama Pak Jokowi belum dilantik mereka menunggu tetapi aplikasi sudah masuk," pungkas Sofjan.
"Pemerintahan Jokowi ini belum dilantik. Dia harus membuktikan hal-hal positif. Sekarang permainan politik kita tidak mau mengikuti. Kalau Jokowi mampu mengubah semua, kondisi politik juga berubah. Jadi investor menunggu," katanya di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Rabu (8/10/2014).
Menurutnya, jika kondisi politik yang terjadi di Indonesia terus mengganggu investor, maka hal tersebut akan berdampak pada menurunnya tingkat investasi di Indonesia. (Baca: BI Bantah Rupiah Lemah Terimbas Penetapan Ketua MPR).
"Kita bicara capital market semua gampang terutama foreign direct investment itu. Tetapi kalau diganggu terus repot kita. Agak ada penurunan mereka bilang ada apa Indonesia. Situasi politik itu nomor satu," terangnya.
Kondisi politik Indonesia yang rentan ini juga mengakibatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah.
"Salah satunya anjloknya nilai tukar rupiah. Investor selama Pak Jokowi belum dilantik mereka menunggu tetapi aplikasi sudah masuk," pungkas Sofjan.
(izz)
Lihat Juga :