Pelemahan Rupiah Diyakini Tak Bikin Investor Kabur
Rabu, 08 Oktober 2014 - 16:49 WIB
Pelemahan Rupiah Diyakini Tak Bikin Investor Kabur
A
A
A
JAKARTA - Chief Executif Officer PT Rifa Capital, Bahlil Lahadalia meyakini bahwa para pengusaha terutama investor asing tidak kabur ke negara lain meski rupiah mengalami pelemahan.
Hal yang dilakukan para pengusaha saat ini hanya menunggu kepastian dari politik dalam negeri.
"Mereka tidak lari, tidak kabur, hanya wait and see saja," ujar Bahlil di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (8/10/2014).
Menurut Calon Ketua Umum Hipmi periode 2014-2017, para pengusaha yakin begitu Jokowi dilantik menjadi presiden iklim investasi berjalan normal kembali.
Karena itu, Bahlil menegaskan pelemahan rupiah hanya sementara waktu saja.
"Pelemahan nilai tukar rupiah ini sedikit dipengaruhi kondisi politik kita, harapan kita ini tidak lama dan akan stabil lagi," tuturnya.
Dia mengatakan, para investor dari luar negeri juga memantau kondisi politik dalam negeri. Karena itu, pemerintah diminta tegas dalam mengatur kebijakan.
Tujuan dari kebijakan pemerintah yang tegas, agar investor asing tidak mencabut investasi yang telah ditetapkan di dalam negeri.
"Jadi jangan sampai kondisi ini memancing investor luar untuk menarik dananya di Indonesia," pungkas Bahlil.
Hal yang dilakukan para pengusaha saat ini hanya menunggu kepastian dari politik dalam negeri.
"Mereka tidak lari, tidak kabur, hanya wait and see saja," ujar Bahlil di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (8/10/2014).
Menurut Calon Ketua Umum Hipmi periode 2014-2017, para pengusaha yakin begitu Jokowi dilantik menjadi presiden iklim investasi berjalan normal kembali.
Karena itu, Bahlil menegaskan pelemahan rupiah hanya sementara waktu saja.
"Pelemahan nilai tukar rupiah ini sedikit dipengaruhi kondisi politik kita, harapan kita ini tidak lama dan akan stabil lagi," tuturnya.
Dia mengatakan, para investor dari luar negeri juga memantau kondisi politik dalam negeri. Karena itu, pemerintah diminta tegas dalam mengatur kebijakan.
Tujuan dari kebijakan pemerintah yang tegas, agar investor asing tidak mencabut investasi yang telah ditetapkan di dalam negeri.
"Jadi jangan sampai kondisi ini memancing investor luar untuk menarik dananya di Indonesia," pungkas Bahlil.
(izz)