Perum Peruri vs Transaksi Non Tunai

Kamis, 09 Oktober 2014 - 23:50 WIB
Perum Peruri vs Transaksi...
Perum Peruri vs Transaksi Non Tunai
A A A
KARAWANG - Di saat Bank Indonesia (BI) mendorong Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT), Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mulai melebarkan ekspansi bisnisnya dari percetakan uang kartal ke uang digital.

"Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha Peruri, yakni PT Peruri Digital Security (PDS)," jelas Corporate Affair Perum Peruri Karawang, Dina Eny Anna, dalam kunjungan Kantor BI Perwakilan Wilayah VII dan awak media se-Sumsel di Perum Peruri Karawang, Kamis (9/10/2014).

Hal ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa bisnis percetakan di dalam negeri seperti Peruri sudah mempersiapkan diri ketika era uang elektronik mulai marak. Adapun langkah produksi dari anak usaha Peruri tersebut yakni dengan menggandeng perbankan dan perusahaan besar dalam memproduksi kebutuhan e-money. "Kami tentu harus mengikuti perkembangan zaman," tegas Dina.

Peruri juga sudah mempersiapkan diri jika GNTT bisa membuat pesanan cetak uang menurun. Sebagai BUMN percetakan uang, Peruri pun optimistis tetap memperoleh peningkatan order cetakan uang kertas dan logam dari bank sentral untuk beberapa tahun ke depan. Mengingat uang kartal utama yang dicetak adalah rupiah kertas dan logam atas orderan BI.

Terkait mencetak uang negara ini, Dina menjelaskan, penentuan tema, desain, warna, dan ukuran, termasuk sosialisasi keaslian uang sesuai dengan kebijakan BI. "Order tetap akan ada meski GNTT sudah berlaku," tukasnya.

Kepala Bank Indonesia Wilayah VII R Mirwansyah mengatakan, GNNT memberikan banyak kemudahan transaksi bagi masyarakat, mulai tingkat keamanan, efesiensi transaksi, hingga penghematan negara.

“Dengan e-money masyarakat tak perlu banyak bawa uang tunai di dompet. Dengan begitu, akan lebih hemat,” terangnya.

Guna kelancaran GNTT sendiri dia menilai setiap bank harus segera memiliki electronic data captured (EDC) secara bersama-sama persis kartu ATM bersama. Sejauh ini kartu e-money masih diterbitkan oleh masing-masing bank. Karena itu, diharapkan adanya percepatan sinergi antar bank dalam menyukseskan gerakan ini.

“Terkait sinergitas ini, memang sudah dibicarakan di pusat. Ke depan pasti mengarah ke sana (sinergi bank) tapi perlu kerjasama antar semua pihak,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
1 jam yang lalu
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
1 jam yang lalu
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
1 jam yang lalu
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
1 jam yang lalu
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
1 jam yang lalu
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved