Nilai Tukar Petani Sulsel September 105,16%

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 21:11 WIB
Nilai Tukar Petani Sulsel...
Nilai Tukar Petani Sulsel September 105,16%
A A A
MAKASSAR - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Nursam Salam menjelaskan, berdasarkan pemantauan harga pedesaan pada september 2014 Nilai tukar petani (NTP) di Sulsel secara umum mengalami penurunan sebesar 0,11% dibandingkan bulan agustus yang lalu yakni 105,28% menjadi 105,16%.

NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap harga yang dibayar petani, merupakan salah satu indokator untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang di konsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani.

Hal itu disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian kecil dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan prosuksi pertanian.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, jika dibandingkan dengan NTP 2014 dua dari lima subsektor mengalami penurunan, yakni subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,94% dan subsektor perikanan sebesar 0,12%.

Sementara subsektor tanaman oangan, hortikultura dan subsektor peternakan naik sebesar 0,19%, 0,52% dan 1,14%. "Turunnya kedua subsektor tersebut menyebabkan NTP Sulsel mengalami penurunan 0,11%," jelasnya, di Makassar, Jumat (10/10/2014).

Selain itu pihaknya juga menjelaskan, indeks harga yang diterima petani menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada september 2014 indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0,50%, subsktor hortikultura sebesar 0,77%, subsektor peternakan sebesar 1,32%.

Tetapi subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 1,68%, subsektor perikanan turun sebesar 0,19%. "Walaupun terjadi penurunan kedua subsektor tersebut tetapi indeks harga yang diterima petani di Sulsel mengalami kenaikan 0,13% bila dibandingkan dengan agustus tahun ini yakni dari 118,06% menjadi 118,22%," ujarnya.

Nursam Salam juga menyampaikan, melalui indeks harga yang dibayar petani dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Dijelaskan olehnya bahwa pada september 2014 indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,24% bila dibandingkan Agustus tahun yang sama dari 112,15 menjadi 112,42.

Indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan pada semua subsektor perikanan, yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0,31%, subsektor hortikultura sebesar 0,25%, tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,27%, subsektor peternakan sebesar 0,17% dan subsektor perikanan mengalami penurunan sebesar 0,07%.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved