Air Surut Pasokan Listrik dari PLTA Jateng Turun

Senin, 13 Oktober 2014 - 13:26 WIB
Air Surut Pasokan Listrik...
Air Surut Pasokan Listrik dari PLTA Jateng Turun
A A A
SEMARANG - Musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir berdampak pada menyusutnya debit air di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Jateng-DIY.

Asisten Manager Komunikasi, Hukum dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Supriyono mengatakan, akibat turunnya debit air di PLTA, pasokan listrik dari PLTA-PLTA di Jateng-DIY menurun hingga sekitar 70% dari kondisi normal.

“Penurunan pasokan listrik dari PLTA sudah terjadi sejak dua bulan belakangan ini. Kondisi tersebut mempengaruhi distribusi yang masuk ke sistem interkoneksi Jawa-Bali. Dan musim kemarau ini hampir semua kinerja PLTA mengalami penurunan,” katanya, Senin (13/10/2014).

Dikatakannya, Di Jateng-DIY ada beberapa PLTA, di antaranya adalah PLTA Jelok di Tuntang, PLTA Timo, PLTA Ketenger, PLTA Gajah Mungkur, PLTA Garung, PLTA Wadas Lintang,PLTA Mrica, PLTA Kedung Ombo, Sidorejo dan PLTA Klambu.

“PLTA Mrica di Banjarnegara, yang merupakan PLTA dengan pasokan terbesar, PLTA Jelok, dan lain-lain," paparnya.

Dicontohkannya, salah satu PLTA yang mengalami penurunan adalah PLTA Mrica Banjarnegara yang biasanya mampu memasok 350 MW listrik dalam kondisi normal, kini hanya bisa memberikan daya antara 70-120 MW saja. Begitu juga PLTA Jelok jika rata-rata kondisi normal bisa memasok 70 MW, kini hanya di kisaran 20 MW.

Dengan adanya penurunan pasokan tersebut, PLN, mau tidak mau menggunakan daya cadangan yang ada. Daya cadangan PLN ada sekitar 1.000 MW, saat ini daya cadangan itulah yang dipakai untuk memasok penurunan pasokan dari PLTA.

“Jika pada kondisi normal daya cadangan bisa mencapai 30% dari total beban puncak, kini 10% di antaranya mulai terpakai,” katanya.

Sementara, meski terjadi penurunan pasokan listrik dari PLTA-PLTA yang ada, untuk distribusi listrik ke pelanggan masih dalam keadaan aman. Meski begitu, PLN berharap pelanggan tetap dapat menggunakan listrik secara optimal melalui penghematan.

Kondisi beban puncak di Jateng-DIY kan saat ini mencapai 3200 MW. Meski beban puncak di Jateng-DIY cukup tinggi, namun pasokan dari pembangkit-pembangkit di kedua provinsi ini maksimal dalam kondisi normal hanya mampu menyumbang 2.500 MW saja.

Jumlah tersebut disalurkan melalui sistem interkoneksi Jawa-Bali, sehingga kekurangan daya di Jateng-DIY pun mendapat tambahan secara otomatis dari sistem interkoneksi tersebut.

“Kalaupun kondisi normal, daya kita masih sangat kurang, sehingga masih tetap mengandalkan interkoneksi Jawa-Bali,” ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kapasitas PLTA Malea...
Kapasitas PLTA Malea Akan Ditambah Hingga 315 Megawatt
Pakai Sistem Water Waste,...
Pakai Sistem Water Waste, Pakar Sebut PLTA Batang Toru Tak Rusak Lingkungan
Presiden Joko Widodo...
Presiden Joko Widodo Resmikan Pengoperasian PLTA Poso dan PLTA Malea
Akademisi Dukung PLTA...
Akademisi Dukung PLTA Batang Toru di Tapsel Segera Beroperasi
Resmikan PLTA Poso dan...
Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea, Jokowi Merasa Sangat Senang
Presiden Jokowi Datang...
Presiden Jokowi Datang Langsung Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
6 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
7 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
7 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
8 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
8 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved