WTI Perpanjang Penurunan Terendah dalam 22 Bulan

Selasa, 14 Oktober 2014 - 09:59 WIB
WTI Perpanjang Penurunan...
WTI Perpanjang Penurunan Terendah dalam 22 Bulan
A A A
MELBOURNE - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang penurunan dari harga terendah dalam 22 bulan di tengah spekulasi bahwa meningkatnya stok minyak Amerika Serikat menambah pasokan di pasar global, yang mendorong harga menuju kondisi bearish.

Kontrak berjangka (futures) turun sebanyak 1,1% di New York, penurunan untuk kali kelima dalam enam hari. Survei Bloomberg menjelang rilis Administrasi Informasi Energi (EIA) memperkirakan bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sebanyak 2,5 juta barel menjadi 364,2 juta pada pekan lalu dan akan menjadi level tertinggi dalam dua bulan.

Kontrak berjangka telah terkoreksi karena suplai shale gas meningkatkan produksi minyak AS ke level tertinggi dalam hampir 30 tahun di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan global. Para produsen terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menanggapi dengan memangkas harga, memicu spekulasi bahwa mereka akan bersaing di pasar daripada mengurangi pasokan.

"Itu terserah OPEC untuk melakukan sesuatu karena AS tidak akan memperlambat produksi. Pasar khawatir dengan skenario suplai-permintaan," kata analis di Fat Prophets David Lennox seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (14/10/2014).

Minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November turun sebanyak 91 sen menjadi USD84,83 per barel dan berada di USD85,17 pada pukul 11.55 siang waktu Sydney. Kontrak terkoreksi 8 sen menjadi USD85,74, kemarin dan menjadi penutupan terendah sejak Desember 2012.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 17% di atas rata-rata 100 hari. Harga telah turun 13% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman November turun sebanyak 79 sen atau 0,9% ke USD88,10 per barel. Harga itu turun USD1,32 ke USD88,89, kemarin dan merupakan harga terendah sejak Desember 2010.

Premi minyak mentah patokan Eropa tersebut terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD3,10, turun dibandingkan kemarin sebesar USD3,15.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
39 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved