Industri Pembiayaan Membaik Dukung Kinerja BBLD

Selasa, 14 Oktober 2014 - 15:13 WIB
Industri Pembiayaan...
Industri Pembiayaan Membaik Dukung Kinerja BBLD
A A A
JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan industri pembiayaan di Indonesia masih akan tumbuh positif di sisa tahun ini di tengah melambatnya permintaan alat berat dan BI Rate yang relatif tinggi.

Analis Pefindo Madjid Abdillah mengatakan, membaiknya prospek industri pembiayaan akan memberi imbas positif pada kinerja perusahaan pembiayaan alat berat dan kendaraan, PT Buana Finance Tbk (BBLD).

Perusahaan pembiayaan di Indonesia pada semester I/2014 membukukan total pembiayaan Rp360,9 triliun, naik 12,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sektor pembiayaan konsumen tercatat naik 12,9% menjadi Rp237 triliun, sewa guna usaha tumbuh 9,4% menjadi Rp115 triliun.

Secara total, industri pembiayaan diperkirakan tumbuh 5%-10% pada akhir tahun ini. Adapun target penyaluran pembiayaan BBDL sebesar Rp1,5 triliun atau naik 7% dibanding tahun lalu, diperkirakan akan tercapai.

"Kami yakin target tersebut dapat tercapai, mengingat per April 2014, perusahaan telah menyalurkan Rp800 miliar. Pembiayaan alat berat, khususnya di sektor konstruksi tetap menjadi penyumbang terbesar," kata dia dalam risetnya.

Kendati demikian, menurut Madjid, BI Rate yang berada di level 7,5% memberikan tekanan lebih besar bagi perseroan karena harus menyesuaikan suku bunga kreditnya kepada pelanggan.

Di samping itu, tekanan marjin diprediksi masih akan berlanjut. Pada enam bulan pertama tahun ini, biaya dana BBLD naik sebagai hasil penerbitan MTN, menyebabkan marjin penyempit. Akibatnya, marjin bersih perusahaan turun menjadi 20,4% dari 24,4% di periode yang sama tahun lalu.

"Kami berharap merjin bersih masih di level 20% pada akhir tahun ini. Sementara dengan mempertimbangkan faktor sebelumnya, dikombinasikan dengan pembiayaan BBLD yang terdiversifikasi, kami percaya pendapatan akan tumbuh 5,58% pada akhir 2014," ujar dia.

Pefindo memprediksi, penjualan BBLD hingga penghujung tahun bisa mencapai Rp662 miliar, sedangkan tahun lalu senilai Rp627 miliar. Namun, laba bersih perusahaan diproyeksi turun 6,6% menjadi Rp127 miliar dibanding 2013 senilai Rp136 miliar.

Sementara proyeksi saham perseroan selama 12 bulan, terendah berada pada level Rp1.060, dan tertinggi di level Rp1.115 per lembar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Universitas Mercu Buana...
Universitas Mercu Buana Pertahankan Akreditasi A BAN PT
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
Berita Terkini
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
13 menit yang lalu
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
51 menit yang lalu
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
51 menit yang lalu
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
2 jam yang lalu
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
2 jam yang lalu
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved