Belanja Online Picu Pertumbuhan JNE

Selasa, 14 Oktober 2014 - 15:44 WIB
Belanja Online Picu...
Belanja Online Picu Pertumbuhan JNE
A A A
SURABAYA - Maraknya beberapa situs belanja online (online shop) memicu pertumbuhan bagi perusahaan jasa pengiriman. Salah satunya perusahaan jasa pengiriman JNE yang selama 2014 mengalami peningkatan pertumbuhan.

Head of Regional V JNE Jawa Timur Trian Yuserma mengatakan, riset internal yang dilakukan JNE pada 2012 mencatat pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan ini dipengaruhi banyak masyarakat yang menggeluti bisnis online. Dia menjelaskan, konsumen JNE memang terbagi menjadi tiga kategori.

Pertama, employing bisnis yakni konsumen yang memiliki pekerjaan sampingan berjualan online. Konsumen ini memiliki kontribusi sebesar 40%.

Kemudian, pertumbuhan UKM dan IKM yang mulai welcome dengan online ini memiliki kontribusi 40%. Sisanya individual non bisnis memiliki kontribusi sebesar 20%.

"Masyarakat membeli barang secara online dan penyedia barang menggunakan JNE sebagai jasa pengiriman barang," katanya di Surabaya, Selasa (14/10/2014).

Untuk tahun ini, JNE mengeluarkan investasi sebesar Rp200 miliar untuk infrastruktur di sejumlah wilayah, gudang, pembangunan sistem IT dan lain-lain. Saat ini, JNE memiliki lima ribu titik layanan di Indonesia.

"Target kami naik dengan investasi Rp200 miliar di 2014," ujarnya.

Trian mengatakan, rata-rata per bulan JNE mampu mengirimkan 6-7 juta paket secara nasional selama 2014. Untuk Jawa Timur memiliki kontribusi sekitar 8% dari skala nasional.

Untuk menunjang pelayanan, JNE akan membangun warehouse di Kawasan Juanda, Sidoarjo dan juga penambahan operasional tiga titik di Surabaya.

Selain jasa pelayanan pengiriman reguler, JNE juga membuka unit usaha JNE Logistik yang sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Untuk JNE logistik ini baru ada di Medan, Jakarta, Palembang, Semarang, dan Surabaya.

"Pasar Jawa Timur sangat kompetitif. JNE Logistik ini menyasar konsumen perusahaan atau Coorporate. Saat ini JNE Logistik mampu mengirimkan barang antar 50-60 ton per hari," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diserbu #BoikotJNE,...
Diserbu #BoikotJNE, Bos JNE Bantah Jika Bikin Bangkrut
Tiga Dekade, JNE Antarkan...
Tiga Dekade, JNE Antarkan Kebahagiaan dari Hulu hingga Hilir
Gandeng Ruangguru, JNE...
Gandeng Ruangguru, JNE Beri Akses PJJ ke Panti Asuhan
4 Masalah yang Dihadapi...
4 Masalah yang Dihadapi Pelaku Usaha Digital Selama Pandemi
Strategi Digital UMKM...
Strategi Digital UMKM Menghadapi The New Normal
Berkontribusi Selama...
Berkontribusi Selama Pandemi, JNE Sabet Dua Penghargaan Bergengsi
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
9 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
49 menit yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
1 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
1 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved