Tekanan USD Berkurang, Rupiah Berakhir di Rp12.206
Selasa, 14 Oktober 2014 - 16:40 WIB
Tekanan USD Berkurang, Rupiah Berakhir di Rp12.206
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini terkoreksi tipis seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.206 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 5 poin dibanding penutupan Senin (13/10/2014) di level Rp12.201 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.212 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.186 per USD dan terlemah di level Rp12.212 per USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas hari ini berada di level Rp12.212 per USD. Posisi ini negatif 11 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.201 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini ditutup pada level Rp12.208 per USD. Posisi ini melemah 6 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp12.202 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.195 per USD. Posisi ini terkoreksi 7 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.202 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah meski masih melemah, namun pelemahannya terbatas karena dipengaruhi positifnya IHSG yang berhasil ditutup menguat.
"Berkurangnya tekanan USD terhadap rupiah seiring meningkatnya risk appetite dari pelaku pasar yang tercermin dari level IHSG," kata dia, Selasa (14/10/2014).
Sementara IHSG hari ini berhasil mengakhiri perdagangan hari ini di teritori hijau di tengah memerahnya bursa Asia. IHSG menguat 9,53 poin atau 0,19% ke level 4.922,58.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,08 triliun dengan 3,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp435,16 miliar. Tercatat 149 saham naik, 139 saham melemah dan 110 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Jeda Siang Parkir di Rp12.191/USD)
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.206 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 5 poin dibanding penutupan Senin (13/10/2014) di level Rp12.201 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.212 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.186 per USD dan terlemah di level Rp12.212 per USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas hari ini berada di level Rp12.212 per USD. Posisi ini negatif 11 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.201 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini ditutup pada level Rp12.208 per USD. Posisi ini melemah 6 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp12.202 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.195 per USD. Posisi ini terkoreksi 7 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.202 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah meski masih melemah, namun pelemahannya terbatas karena dipengaruhi positifnya IHSG yang berhasil ditutup menguat.
"Berkurangnya tekanan USD terhadap rupiah seiring meningkatnya risk appetite dari pelaku pasar yang tercermin dari level IHSG," kata dia, Selasa (14/10/2014).
Sementara IHSG hari ini berhasil mengakhiri perdagangan hari ini di teritori hijau di tengah memerahnya bursa Asia. IHSG menguat 9,53 poin atau 0,19% ke level 4.922,58.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,08 triliun dengan 3,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp435,16 miliar. Tercatat 149 saham naik, 139 saham melemah dan 110 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Jeda Siang Parkir di Rp12.191/USD)
(rna)