Kementan Launching 22 Ekor Bibit Sapi Brahman

Selasa, 14 Oktober 2014 - 21:47 WIB
Kementan Launching 22...
Kementan Launching 22 Ekor Bibit Sapi Brahman
A A A
PANGKALAN BALAI - Setelah melalui proses panjang, Kementrian Pertanian (Kementan) akhirnya berhasil me-launching 22 ekor bibit sapi Brahman yang telah mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Produk (Ls Pro) Benih Ternak di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan (BPTHU) Pakan Ternak Sembawa (PTS).

Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, 22 ekor sapi Brahman yang telah mendapatkan sertifikat terdiri dari delapan ekor sapi jantan dan 14 ekor sapi betina berumur sekitar 16-36 bulan. Jumlah ini menambah total ternak sapi bibit yang telah disertifikasi menjadi 233 ekor di seluruh Indonesia.

"Pemberian sertifikat ini sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam UU No. 18 tahun 2009, dalam pasal 13 ayat (4), bahwa setiap benih atau bibit yang beredar wajib memiliki sertifikat layak benih atau bibit," terangnya, Selasa (14/10/2014).

Dia berharap, kedepannya tidak hanya ternak dari BPTU-HPT saja yang di launching sebagai bibit ternak bersertifikat, tapi juga yang dihasilkan oleh peternak di masyarakat.

Oleh sebab itu, Suswono menginginkan UPT pembibitan dapat menjadi ujung tombak dalam penyediaan benih dan bibit ternak.

"Caranya dengan meningkatkan peran BPTHU-HPT, sehingga bisa menjadi pusat percontohan bagi masyarakat dalam hal pembibitan, pakan dan kesehatan hewan. Disamping itu, UPT yang berada di bawahnya juga harus ikut membantu mengawal kegiatan pembibitan dan transfer tehnologi yang dilakukan masyarakat, agar terbangun hubungan yang sinergis dalam pengembangan pembibitan secara nasional," harapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, berdasarkan hasil sensus pertanian yang dilakulan tahun 2013 lalu, populasi sapi potong telah berjumlah 12,7 juta ekor, sapi perah 444 ribu ekor dan kerbau 1,1 juta ekor.

Dari data tersebut dapat terlihat, jika populasi ternak di Indonesia masih kurang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kondisi inilah yang membuat pihaknya terus berupaya meningkatkannya dengan memperbaiki aspek teknis reproduksi dan kesehatan hewan, pembibitan serta pakan.

"Namun untuk menuju swasembada, kita membutuhkan anggaran sebesar Rp16 triliun, sedangkan Dirjen Peternakan hanya memiliki anggaran Rp7 triliun. Oleh karena itu, kedepan kita perlu dukungan anggaran yang cukup agar semua yang ditergetkan bisa tercapai. Apalagi bicara pembibitan, masalah biaya memang kerap menjadi kendala, sementara marginnya kecil, inilah yang menjadi keluhan pengusaha," bebernya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved