Jabar Dinilai Belum Siap Hadapi MEA 2015

Sabtu, 18 Oktober 2014 - 00:17 WIB
Jabar Dinilai Belum...
Jabar Dinilai Belum Siap Hadapi MEA 2015
A A A
BANDUNG - Jawa Barat (Jabar) dinilai belum siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Terutama dilihat dari sisi ketersediaan infrastruktur yang memadai dan pengembangan sumber daya manusianya.

Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus Dewan Pakar Forum Ekonomi Jabar (FEJ) Ina Primiana, Jum'at (17/10/2014).

"Pasar bebas Asean ini merupakan sesuatu yang harus sangat serius dalam menyikapinya. Harus ada perencanaan terpadu antar-organisasi perangkat daerah (OPD) level provinsi dan kota-kabupaten, termasuk seluruh stake holder, masyarakat, kadin, dan akademisi (perguruan tinggi)," katanya.

Selain itu, kata dia, harus ada perbaikan struktur dan sistem ketenagakerjaan melalui perbaikan pada alokasi dana pendidikan yang lebih tepat sasaran. Pemerintah provinsi juga harus fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, pendidikan serta peningkatan kompetensi.

"SDM yang dimiliki belum siap. Hal ini terlihat dari angka pengangguran terbuka yang tinggi di Jabar. Hingga Februari 2014, berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlahnya mencapai 1.843.591 orang," katanya.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Jawa. Disusul Jateng, dengan 965.444 orang, Jatim 832.385 orang dan Banten 540.999 orang.

"Perbaikan dan peningkatan infrasturktur pendukung juga masih kurang. Padahal ini sangat berguna untuk meminimalisir biaya logistik. Termasuk mendorong pertumbuhan industri pengolahan, yang berkontribusi besar pada PDRB serta industri padat karya," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
3 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
1 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved