Cerita Lutfi Soal Capeknya Jadi Mendag

Minggu, 19 Oktober 2014 - 09:00 WIB
Cerita Lutfi Soal Capeknya...
Cerita Lutfi Soal Capeknya Jadi Mendag
A A A
MENGABDIKAN diri bekerja untuk negara dan menjadi seorang menteri memang bukan pekerjaan mudah. Setumpuk beban ada di pundak para pembantu presiden tersebut.

Tak terkecuali yang dirasakan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Pria yang kerap dikatakan sebagai menteri dengan paras tampan ini mengaku menjadi Mendag sangat melelahkan.

"Di perdagangan itu sepertinya sulit, tapi sebetulnya tidak seperti yang saya pikirkan. Tapi satu fungsinya, kerjanya capek," ujar dia di Gedung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

Lelahnya menjadi Mendag dirasakan Lutfi karena urusan yang bermacam-macam. Terlebih, ketika berhadapan dengan konsumen dengan berbagai tingkah dan karakter berbeda-beda.

"Berhadapan dengan consumer itu begini kalau benar, yang diuntungkan itu diam. Kalau salah yang dirugikan itu sangat keras. Jadi makanya saya bilang, harga naik salah, harga turun salah," kisahnya.

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini mengungkapkan bahwa Mendag merupakan wasit yang baik dan adil.

Karena itu, menjadi Mendag pun harus pintar sebab nantinya akan bersinggungan dengan regulasi. "Memberikan insentif dan melarang disinsentif. Jadi musti cerdas," jelas Lutfi.

Pria yang didapuk untuk menggantikan Gita Wiryawan ini menilai, Mendag juga berfungsi sebagai komunikator yang jitu.

"Kalau disuruh pilih, mana yang pertama, adalah komunikator yang jitu. Kedua, wasit yang adil, dan ketiga baru aturan," pungkas pria yang menjabat sebagai Mendag ke-32 pada 14 Februari tahun ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bikin Pelanggan Betah!...
Bikin Pelanggan Betah! Panduan Lengkap Bikin Chatbot WhatsApp Business, Dijamin Auto Cuan!
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader Season XII Angkat Tema Kepala Daerah sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader, Strategi Jitu Visi 15 Kepala Daerah Bangkit dari Pandemi Covid-19
MPI Gelar IVL Season...
MPI Gelar IVL Season IX, Hari Ini Kepala Daerah Beberkan Strategi Percepatan Ekonomi
Wali Kota Banda Aceh...
Wali Kota Banda Aceh Terima Penghargaan IVL dari MPI
Terima Penghargaan IVL,...
Terima Penghargaan IVL, Wali Kota Banda Aceh Komitmen Bangkitkan UMKM
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved