Kabinet Kerja Jokowi Harus Fokus Gerakkan Ekonomi Riil

Minggu, 26 Oktober 2014 - 19:38 WIB
Kabinet Kerja Jokowi...
Kabinet Kerja Jokowi Harus Fokus Gerakkan Ekonomi Riil
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Hendri Saparini mengemukakan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru diumumkan harus fokus menggerakkan ekonomi riil.

Untuk itu, pemerintah harus mempunyai arah pembangunan yang jelas dengan menggunakan kebijakan dan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN).

Dia mengatakan, hingga akhir tahun mendatang kemungkinan tidak banyak hasil yang bisa dilihat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah setidaknya harus menjaga momentum pertumbuhan.

Dia mengaku sudah sering berdiskusi dengan tim ekonomi Jokowi mengenai koreksi pembangunan dan penggunaan APBN.

Beberapa sektor disebutnya bahkan tidak membutuhkan biaya besar. Cukup didorong dengan kebijakan, misalnya untuk ekonomi kreatif yang lebih membutuhkan kemudahan akses pasar dan bahan baku.

Sementara instrumen APBN digunakan untuk menggerakkan usaha yang besar. "Ekonomi dapat digerakkan dengan dua hal, yaitu kebijakan dan APBN," ujarnya, Minggu (26/10/2014).

Dia menyebutkan, banyak ekonomi kerakyatan yang hanya membutuhkan kebijakan yang melindungi dan memudahkan. "Pertumbuhan dari dalam negeri itu minimal sudah 5,5%. Tinggal bagaimana memaksimalkan ekspor," tegasnya.

Menggerakkan kemampuan ekspor dicontohkannya dengan produksi tebu atau singkong untuk bioetanol. Ini dipastikan akan menciptakan lapangan kerja yang signifikan. Bahkan, industri juga harus diberikan insentif bagi yang menggunakan bahan baku dari dalam negeri.

"Ini penting untuk menciptakan linkage bisnis dari yang skala kecil hingga industri besar. Misalnya, automotif di Jepang yang saling mendukung antara yang kecil dan besar. Bahkan, kalau perlu industri suku cadang juga bisa berorientasi ekspor karena sudah kuat," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved