BNI Syariah Cetak Laba Bersih Rp103,93 M

Senin, 27 Oktober 2014 - 15:17 WIB
BNI Syariah Cetak Laba...
BNI Syariah Cetak Laba Bersih Rp103,93 M
A A A
JAKARTA - PT Bank BNI Syariah hingga kuartal III/2014 berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp103,93 miliar, meningkat 19,93% dari kuartal III/2013 sebesar Rp86,66 miliar.

Presiden Direktur Bank BNI Syariah Dinno Indiano optimistis laba perusahaan akan terus meningkat hingga mencapai target akhir tahun yang diproyeksi sebesar Rp130 miliar, seiring masih rendahnya cost of fund. Dengan demikian, BNI Syariah hanya tinggal mengejar laba sekitar Rp26 miliar pada kuartal IV/2014.

"Kami yakin dengan waktu tiga bulan target profitabilitas sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2014 bisa tercapai. Tidak hanya dari segi laba tapi juga pembiayaan," kata Dinno saat menghadiri paparan kinerja kuartal III/2014 perseroan di Jakarta, Senin (27/10/2014).

Hingga akhir September 2014, pembiayaan yang disalurkan BNI Syariah tercatat tumbuh 33,3% menjadi Rp14,08 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,56 triliun.

Penopang utama pembiayaan, menurutnya, adalah pembiayaan konsumtif sebesar 52,68%, disusul pembiayaan produktif sebesar 22,26%, selanjutnya pembiayaan komersial sekitar 14,93%, kemudian pembiayaan mikro dengan porsi 7,27% dan pembiayaan kartu Hasanah mencapai 2,87%.

"Pada lini konsumer cabang, paling banyak ditopang oleh pembiayaan produk Griya IB Hasanah sebesar 83,18%. Sedangkan total nilai pembiayaan konsumtif dan produktif di cabang mencapai Rp10,55 triliun, untuk pembiayaan komersial Rp2,1 triliun, mikro Rp1,02 triliun dan kartu Hasanah Rp404,09 miliar," imbuhnya.

Adapun untuk dana pihak ketiga (DPK) naik 36,24% menjadi Rp14,93 triliun pada kuartal III/2014 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,96 triliun. Sedangkan meningkatnya DPK diikuti dengan pertumbuhan giro sebesar 28,25%, tabungan 18,42% dan deposito 54,75% dan rasio tabungan dan giro (CASA) sebesar 48,06%.

Menurut Dinno, pertumbuhan pembiayaan masih dikendalikan dengan tingkat rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang membaik dari 2,06% menjadi 1,99%. Begitu juga dengan rasio pembiayaan dibanding simpanan (financing to deposit ratio/FDR) yang turun menjadi 94,29% dari 96,37% pada periode yang sama 2013.

Sedangkan untuk rasio kecukupan modal (capital adequancy ratio/CAR), BNI Syariah berada di level 19,35%, salah satunya ditopang oleh suntikan modal dari entitas induk PT Bank BNI (Persero) Tbk yang sebesar Rp500 miliar pada pertengahan tahun ini. Sementara untuk aset perusahaan juga meningkat sebanyak 31,48% menjadi Rp18,48 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Transaksi Volume BNI...
Transaksi Volume BNI iB Hasanah Card Capai Rp895,2 Miliar
BNI Syariah Salurkan...
BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Wakaf Pertama dengan Agunan Imbal Hasil CWLS
Satu Dekade Berhasanah,...
Satu Dekade Berhasanah, BNI Syariah Berikan Promo Menarik untuk Nasabah
Tiga Bank Syariah Milik...
Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Satukan Kekuatan
Dana Haji di BNI Syariah...
Dana Haji di BNI Syariah Sudah Ada Rp3,4 Triliun
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
50 menit yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
2 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
3 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
5 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
6 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
7 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Tembak Jatuh...
Ukraina Tembak Jatuh Jet Tempur Canggih Rusia Senilai Rp771 M
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved