Stok Minyak Naik, Harga WTI Turun
Kamis, 30 Oktober 2014 - 10:02 WIB
Stok Minyak Naik, Harga WTI Turun
A
A
A
SEOUL - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun dari level tertinggi satu pekan setelah data pemerintah menunjukkan stok minyak mentah naik karena produksi minyak melonjak ke rekor tertinggi di Amerika Serikat (AS).
Kontrak berjangka (futures) turun sebanyak 0,5% di New York. Administrasi Informasi Energi menyatakan bahwa stok minyak mentah naik untuk minggu keempat setelah produksi meningkat menjadi 8,97 juta barel per hari (bph), merupakan kenaikan tercepat sejak Januari 1983.
Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla El-Badri sebelumnya menuturkan bahwa pasokan dan permintaan minyak akan kembali ke titik keseimbangannya dan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak akan melancarkan perang harga.
"Stok minyak meningkatkan tekanan pada harga minyak. Kekhawatiran kelebihan pasokan di pasar tidak berkurang karena OPEC sejauh ini tidak menyatakan akan menurunkan produksinya," kata analis komoditas di Woori Investment & Securities Co Kang Yoo Jin seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/10/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember turun sebanyak 42 sen menjadi USD81,78 per barel, dan berada di USD81,89 pada pukul 10.54 siang waktu Seoul.
Kontrak naik 78 sen menjadi USD82,20 kemarin, penutupan tertinggi sejak 21 Oktober. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 45% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun 17% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Desember turun sebanyak 32 sen atau 0,4% ke USD86,80 per barel. Kontrak naik 1,3%, kemarin. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD5,05, naik dibanding kemarin sebesar USD4,92.
Minyak mentah telah terkoreksi di tengah meningkatnya pasokan global karena anggota terkemuka OPEC menolak mamangkas produksinya. Futures turun sekitar 10% pada Oktober, dan menjadi kerugian bulanan terbesar sejak Mei 2012.
Menurut El-Badri, OPEC yang memproduksi sekitar 40% minyak dunia tidak menghadapi situasi kritis akibat merosotnya harga. Sementara di AS, stok minyak mentah naik 2,06 juta barel menjadi 379,7 juta hingga 24 Oktober 2014. Produksi kilang minyak di Cushing, Oklahoma naik 776.000 barel menjadi 21,4 juta, level tertinggi sejak Juni 2014.
Kontrak berjangka (futures) turun sebanyak 0,5% di New York. Administrasi Informasi Energi menyatakan bahwa stok minyak mentah naik untuk minggu keempat setelah produksi meningkat menjadi 8,97 juta barel per hari (bph), merupakan kenaikan tercepat sejak Januari 1983.
Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla El-Badri sebelumnya menuturkan bahwa pasokan dan permintaan minyak akan kembali ke titik keseimbangannya dan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak akan melancarkan perang harga.
"Stok minyak meningkatkan tekanan pada harga minyak. Kekhawatiran kelebihan pasokan di pasar tidak berkurang karena OPEC sejauh ini tidak menyatakan akan menurunkan produksinya," kata analis komoditas di Woori Investment & Securities Co Kang Yoo Jin seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/10/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember turun sebanyak 42 sen menjadi USD81,78 per barel, dan berada di USD81,89 pada pukul 10.54 siang waktu Seoul.
Kontrak naik 78 sen menjadi USD82,20 kemarin, penutupan tertinggi sejak 21 Oktober. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 45% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun 17% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Desember turun sebanyak 32 sen atau 0,4% ke USD86,80 per barel. Kontrak naik 1,3%, kemarin. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD5,05, naik dibanding kemarin sebesar USD4,92.
Minyak mentah telah terkoreksi di tengah meningkatnya pasokan global karena anggota terkemuka OPEC menolak mamangkas produksinya. Futures turun sekitar 10% pada Oktober, dan menjadi kerugian bulanan terbesar sejak Mei 2012.
Menurut El-Badri, OPEC yang memproduksi sekitar 40% minyak dunia tidak menghadapi situasi kritis akibat merosotnya harga. Sementara di AS, stok minyak mentah naik 2,06 juta barel menjadi 379,7 juta hingga 24 Oktober 2014. Produksi kilang minyak di Cushing, Oklahoma naik 776.000 barel menjadi 21,4 juta, level tertinggi sejak Juni 2014.
(rna)
Lihat Juga :