Timah Bukukan Kenaikan Laba 144%

Kamis, 30 Oktober 2014 - 10:58 WIB
Timah Bukukan Kenaikan...
Timah Bukukan Kenaikan Laba 144%
A A A
JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) hingga akhir kuartal III tahun ini membukukan kenaikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp344,78 miliar atau tumbuh 144% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp141,34 miliar.

Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan menunjukkan bahwa naiknya laba tersebut didukung bertambahnya pendapatan bersih sekitar 20,78% menjadi Rp4,36 triliun dibanding akhir kuartal III tahun lalu senilai Rp3,61 triliun.

Positifnya kinerja perusahaan didukung meningkatnya penjualan dan harga jual rata-rata logam timah. Penjualan logam timah hingga akhir September meningkat menjadi Rp15.664 metrik ton (MT), dari 15.227 MT. Sedangkan harga jual rata-rata naik USD22.668 per MT dari USD22.455 per MT.

Naiknya pendapatan diikuti dengan meningkatnya beban pokok pendapatan menjadi Rp3,3 triliun dari Rp2,97 triliun. Jumlah beban usaha juga bertambah menjadi Rp447,82 miliar dari Rp409,16 miliar.

Beban usaha tersebut dikonstribusi dari beban penjualan yang mengalami kenaikan menjadi Rp42,64 miliar dari Rp35,1 miliar, beban administrasi dan umum bertambah menajdi Rp405,18 miliar dari Rp374,06 miliar.

Selain itu, beban bunga dan keuangan naik menjadi Rp74,93 miliar dari Rp15,34 miliar, rugi selisih kurs Rp45,77 miliar dibanding sebelumnya laba kurs Rp64 miliar, dan beban pajak meningkat menjadi Rp188,15 miliar dari Rp115,98 miliar.

Namun, perseroan pada periode tersebut berhasil mencatat kenaikan pada pendapatan bunga menjadi Rp16,16 miliar dari Rp10,48 miliar, laba lain-lain senilai Rp24,62 miliar dari sebelumnya rugi Rp35,10 miliar, dan laba periode berjalan dari operasi yang sdang berjalan meningkat menjadi Rp344,8 miliar dari Rp144,97 miliar.

Laba tahun berjalan perseroan meningkat 131,39% menjadi Rp327,74 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp141,64 miliar.

Sekretaris Perusahaan Timah Agung Nugroho menyatakan, meski penarikan program stimulus obligasi di Amerika Serikat (AS) akan menyebabkan penguatan USD terhadap mata uang dunia lainnya, yang pada akhirnya akan memukul harga komoditas di pasaran, namun hal itu hanya terjadi sementara.

"Harga komoditas timah akan kembali meroket seiring dengan pemberlakukan pembatasan kuota ekspor timah," kata dia dalam rilisnya, Kamis (30/10/2014).

Upaya yang akan dilakukan perusahaan timah plat merah tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangannya adalah tetap melakukan penjualan selektif untuk menjaga stabilitas harga. Perseroan, kata dia, akan fokus pada profitabilitas dan persediaan logam timah akan dilepas sesuai kebutuhan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Bulan Bakti PT Timah...
Bulan Bakti PT Timah Tbk Tahun 2022 Sukses Digelar di Tiga Provinsi
Penghormatan HAM dalam...
Penghormatan HAM dalam Proses Bisnis, PT Timah Tbk Launching Business & Human Rights Policy
Kejar Target Produksi...
Kejar Target Produksi Timah 35%, Ini Tantangan yang Dihadapi TINS
Ngebor di Darat dan...
Ngebor di Darat dan Laut, PT Timah Habiskan Dana Rp16,82 Miliar
Buat Gali-Gali Timah,...
Buat Gali-Gali Timah, BUMN Ini Habiskan Rp10,26 Miliar Selama Sebulan
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Pasokan Lebih Ketat,...
Pasokan Lebih Ketat, Harga Gandum Dunia Mengalami Kenaikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved