Sektor Pariwisata Prospektif

Kamis, 30 Oktober 2014 - 16:09 WIB
Sektor Pariwisata Prospektif
Sektor Pariwisata Prospektif
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan industri pariwisata Indonesia diperkirakan meningkat signifikan yakni mencapai 9,39% sepanjang tahun ini

Angka ini melebihi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,7%. Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani mengatakan, ke depan prospek pariwisata akan mencapai 20 juta wisatawan pada 2020."Tingginya angka pertumbuhan pariwisata juga berpengaruh langsung terhadap industri perhotelan Indonesia. Karena itu, pembangunan-pembangunan hotel juga akan meningkat," ucapnya saat konferensi pers Hotelex Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, tumbuhnya industri pariwisata Tanah Air juga mendorong daya saing pariwisata sehingga naik empat peringkat dari peringkat 74 menjadi peringkat ke-70 berdasarkan data "The Travel and Tourism Competitive Index" yang dilansir World Economic Forum (WEF) 2013. Data dari firma riset pariwisata STR Global menyatakan, pada 2014 Indonesia akan membangun 149 hotel dengan 23.778 kamar atau sekitar 7,7% dari 2.063 hotel di kawasan Asia-Pasifik.

Jumlah tersebut menjadikan Indonesia negara dengan pembangunan dan investasi hotel tertinggi ketiga di Asia. "Saya amati mulai dari tahun lalu sampai sekarang, orang lebih membangun hotel berbintang. Di Jakarta saja, dari 17 pembangunan hotel, tujuh di antaranya hotel bintang lima," kata Yanti. President Director of PT Dyandra UBM International Ernst Remboen mengatakan, pertumbuhan hotel di Indonesia meningkat secara signifikan.

Secara umum, kata dia, setiap tahunnya pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 6%, sementara PDB dari pariwisata 9%."Pada 2013 ada USD600 juta investasi di industri pariwisata. Perkiraan dalam 10 tahun ke depan akan ada pembangunan 800 hotel di Indonesia dengan 100.000 kamar baru. Sedangkan di Asia-Pasifik ada 500.000 kamar," katanya.

Ernst menambahkan, permintaan kamar hotel diperkirakan tumbuh seiring perkembangan infrastruktur, rute transportasi baru, dan kegiatan bisnis yang meningkat. Karena itu, UBM Asia bersama Dyandra UBM international memperkenalkan pameran Hotelex untuk pertama kalinya di Indonesia pada 28-30 Oktober 2015.

Oktiani endarwati
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
5 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
12 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Aturan untuk Sektor...
Ini Aturan untuk Sektor Ekonomi Saat Jabodetabek PPKM Level 3
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved