Saatnya Pemerintah Serius Garap Infrastruktur Gas

Kamis, 30 Oktober 2014 - 19:15 WIB
Saatnya Pemerintah Serius...
Saatnya Pemerintah Serius Garap Infrastruktur Gas
A A A
JAKARTA - Dalam sepuluh tahun terakhir, pemerintah gencar menggalakkan kampanye penghematan energi. Namun, hasilnya belum maksimal. Kini, saatnya pemerintah membangun infrastruktur gas sebagai energi alternatif.

Salah satu yang ditekankan pemerintah adalah mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan beralih menggunakan gas bumi.

Alasannya, dengan penggunaan gas bumi, maka akan mendatangkan penghematan bagi negara, yakni dengan berkurangnya subsidi BBM yang harus dikeluarkan pemerintah setiap tahun.

Penggunaan gas bumi untuk bahan bakar tidak hanya diproyeksikan untuk sektor industri dan transportasi saja, tetapi juga menyentuh kalangan rumah tangga dan kawasan perumahan. Sayang, program Konversi bahan bakar minyak ke gas bumi jalan di tempat.

Selain faktor kebijakan yang dinilai beberapa pihak tidak jelas, faktor lain yang menghambat adalah ketersediaan infrastruktur.

"Eksekusi dari kebijakan yang tidak jelas itu menjadi penghambat kesuksesan program tersebut. Ditambah lagi dengan infrastruktur yang belum siap," ujar Direktur Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto, Kamis (30/10/2014).

Ketersediaan infrastruktur gas berupa jaringan pipa dan stasiun pengisian bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor merupakan faktor penting untuk mendukung pertumbuhan industri.

"Industri otomatis tumbuh, sekarang tinggal bagaimana infrastruktur dibangun. Aturannya harus jelas, siapa yang membangun infrastrukturnya dan siapa yang memasok gas. Aturan ini harus diciptakan agar infrastruktur bisa berkembang," terang Pri Agung.

Indonesia, lanjut dia, memiliki cadangan gas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan industri dan transportasi. Sehingga dri sisi ketersediaan gas, bisa dipastikan tidak ada kendala yang berarti.

Pri Agung menyarankan agar pembangunan infrastrukur gas melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) sehingga tidak mengandakan pembiayaan dari APBN.

"Kondisi politik nasional masih memanas sehingga untuk menggunakan dana APBN bagi pengembangan infrastruktur diragukan. Karena itu, pemerintah perlu melibatkan BUMN dengan mendorong mereka untuk membangun infrastruktur gas dengan dividen jatah pemerintah sebagai sumber pendanaan," jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMN Ini Tertarik Jajaki...
BUMN Ini Tertarik Jajaki Kerja Sama dengan Turki Bidang Infrastruktur
PLN EPI dan Timas Suplindo...
PLN EPI dan Timas Suplindo Teken LoI Bangun Pipa Gas West Natuna
Perluas Cakupan, PGN...
Perluas Cakupan, PGN Terus Kembangkan Infrastruktur Gas
PGN Pastikan Progres...
PGN Pastikan Progres Proyek Infrastruktur Gas Bumi Sesuai Terget
Proyek Kompresor Gas...
Proyek Kompresor Gas SKG-19 PEP On Stream, Suplai Gas Sumatera-Jabar Makin Joss
Pertamina Gas Dukung...
Pertamina Gas Dukung Pengembangan Ekosistem Hilir Migas
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
5 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
6 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved