Harga Emas Global Menuju Koreksi 2 Bulan

Jum'at, 31 Oktober 2014 - 09:39 WIB
Harga Emas Global Menuju...
Harga Emas Global Menuju Koreksi 2 Bulan
A A A
SINGAPURA - Emas menuju koreksi 2 bulan berturut-turut untuk kali pertama pada tahun ini setelah Federal Reserve (The Fed) mengakhiri program pembelian obligasi seiring dengan tanda-tanda pemulihan ekonomi di negara Paman Sam tersebut, sehingga mengurangi permintaan pada logam mulia.

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.200,67 per ons pada pukul o8.46 di Singapura dari sebelumnya di harga USD1.198,85. Logam mulia kemarin merosot ke USD1.196,07, terendah sejak 6 Oktober dipicu positifnya produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal III dan China yang tengah menyelidiki lonjakan ekspor emas.

Emas di SPDR Gold Trust turun ke posisi terendah 6 tahun. Emas terkoreksi 0,6% pada Oktober setelah anjlok 6,2% pada bulan lalu di tengah naiknya USD ke level tertinggi tiga pekan.

Pejabat Fed pekan ini menyatakan bahwa pasar tenaga kerja membaik, sehingga memutuskan untuk mengakhiri pembelian obligasi, dengan tetap mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang cukup.

"Logam mulia terkena double whammy dari pernyataan kebijakan Fed yang agak hawkish, ditambah dengan laporan PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan," kata analis INTL FCStone di Inc Edward Meir seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (31/10/2014).

Menurut dia, emas kembali menghadapi menguatnya USD, kenaikan pasar saham dan rendahnya inflasi.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada USD1.200 per ons dari USD1.198,60, ketika berjangka turun menjadi USD1.195,50 dan menjadi level terendah sejak 6 Oktober 2014. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust turun untuk hari ketiga menjadi 741,2 metrik ton kemarin, terendah sejak Oktober 2008.

China tengah menyelidiki lonjakan ekspor emas pada September yang mencapai tujuh kali lipat. Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa permintaan emas oleh konsumen terbesar di dunia tersebut dapat menurun.

Sementara impor di India sebagai konsumen terbesar kedua di dunia diperkirakan turun pada Oktober setelah melompat lebih dari empat kali lipat pada bulan lalu.

Adapun harga perak untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD16,5195 per ons dari USD16,4999 kemarin. Platinum turun 0,5% menjadi USD1.239,50 per ons dan palladium turun 0,1% menjadi USD779,50 per ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Jeblok Lagi, Harga Emas...
Jeblok Lagi, Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved