Obsesi Green Behaviour di Indonesia

Minggu, 02 November 2014 - 12:36 WIB
Obsesi Green Behaviour...
Obsesi Green Behaviour di Indonesia
A A A
Selama lebih dari dua dekade Suzy mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan. Tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi oleh ibu tiga anak ini.

Menurut alumnus Fashion Institute of Technology, New York, AS, ini, tantangan terbesar adalah kenyamanan. Masyarakat Indonesia terbiasa menikmati segala sesuatu dari alam secara gratis mulai air, oksigen, hingga tanah yang subur. Hal ini, kata Suzy, membuat kita terlena bahkan menjadi lupa untuk balik peduli kepada lingkungan, kepada alam. Bahkan, sumber daya alam Indonesia banyak yang dieksploitasi kemudian diekspor habis-habisan.

Suzy menyatakan, masyarakat kita kurang menghargai alam bahkan dibandingkan orang asing yang tinggal di Indonesia. “Masyarakat kita belum terbiasa mengeluarkan dana dan tenaga yang benefit-nya tidak langsung terasa bagi diri mereka sendiri. Mereka tidak terbiasa membayar yang benefit-nya untuk lingkungan,” ujar board member of Greenpeace South East Asia ini.

Budaya gratisan inilah yang membuat Suzy merasa prihatin kepada para pelaku usaha bisnis hijau seperti daur ulang sampah plastik menjadi tas atau daur ulang botol bekas menjadi gelas. Kenapa? Karena masyarakat belum tentu mau mengeluarkan uang untuk membeli tas berbahan daur ulang atau dari barang bekas. Padahal, dengan daur ulang ada dua dampak positif bagi lingkungan yaitu mengurangi sampah dan mengurangi penggunaan sumber daya. Jika tidak ada yang mendukung mereka, lama-lama industri ini bisa mati.

“Jadi ya sudah saya saja yang membeli. Dengan begitu mereka bisa terus berproduksi dan industri hijau di Indonesia pun tumbuh serta berkembang,” tutur perempuan penggemar yoga ini. Tak hanya membeli, Suzy juga membina para pelaku usaha dan industri hijau ini. Dia yakin masa depan bisnis hijau akan cemerlang. Melihat potensi yang menjanjikan baik secara bisnis maupun bagi lingkungan, Suzy berencana berinvestasi di bidang satu ini. Dia ingin membuat situs online green product.

“World is going to that way, green behaviour,” ucap Suzy. Selain disibukan dengan aktivitas bisnis dan lingkungan, Suzy kini juga mengikuti Endeavour Indonesia yaitu organisasi non-profit yang mendorong para entrepreneur dengan volume usaha Rp10 miliar agar lebih berkembang.

Ema malini
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyelenggara Siapkan...
Penyelenggara Siapkan Kejutan di Launching Luwu Timur Inspiring
Apa Itu Stiff Person...
Apa Itu Stiff Person Syndrome, Penyakit Langka yang Diidap Celine Dion?
Profil Alindra Person,...
Profil Alindra Person, Pasangan Terence Crawford yang Dihina Tyan Booth
Joy Red Velvet Dalam...
Joy Red Velvet Dalam Pembicaraan Bintangi Drama Just One Person
Trump Dinobatkan sebagai...
Trump Dinobatkan sebagai Person of the Year versi Time
Zelensky Dinobatkan...
Zelensky Dinobatkan Time sebagai Person of the Year 2022
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
7 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
8 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
8 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved