BPS: Jika BBM Naik, Inflasi November 1,72%
Senin, 03 November 2014 - 13:26 WIB
BPS: Jika BBM Naik, Inflasi November 1,72%
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, jika harga BBM dinaikkan bulan ini, maka November akan terjadi inflasi sebesar 1,72%.
Menurutnya, kenaikan BBM akan berdampak langsung pada harga makanan dan tarif angkutan umum yang akan naik 50%.
"Dampak langsungnya nanti ke ongkos angkutan umum sama nasi rames jadi mahal," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Namun, jika kenaikan harga BBM kembali diundur, maka inflasi pun akan menurun. "Ya, akan menurun dan berkurang lagi di bawah 1,7%," kata dia.
Sasmito memaparkan, dalam tahap awal, kenaikan harga BBM akan berdampak secara menyeluruh. Dampak yang paling dirasakan akan berada di kota besar lebih dahulu sampai ke kota-kota di pelosok daerah.
"Dampaknya sampai setahun dari November sampai turun di Oktober 2015," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, presiden Joko Widodo akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebagai gantinya pemerintah akan menyiapkan program kompensasi bagi masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, kenaikan BBM akan berdampak langsung pada harga makanan dan tarif angkutan umum yang akan naik 50%.
"Dampak langsungnya nanti ke ongkos angkutan umum sama nasi rames jadi mahal," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Namun, jika kenaikan harga BBM kembali diundur, maka inflasi pun akan menurun. "Ya, akan menurun dan berkurang lagi di bawah 1,7%," kata dia.
Sasmito memaparkan, dalam tahap awal, kenaikan harga BBM akan berdampak secara menyeluruh. Dampak yang paling dirasakan akan berada di kota besar lebih dahulu sampai ke kota-kota di pelosok daerah.
"Dampaknya sampai setahun dari November sampai turun di Oktober 2015," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, presiden Joko Widodo akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebagai gantinya pemerintah akan menyiapkan program kompensasi bagi masyarakat kurang mampu.
(izz)
Lihat Juga :