Susi Gandeng Norwegia Kembangkan Program Aqua Farming

Selasa, 04 November 2014 - 13:20 WIB
Susi Gandeng Norwegia...
Susi Gandeng Norwegia Kembangkan Program Aqua Farming
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kedutaan Besar Norwegia untuk mengembangkan proyek budidaya ikan di laut lepas atau aqua farming.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti menjelaskan, proyek ini rencananya akan membudidayakan ikan Baramundi dan ikan Tuna Yellowfin, yang akan dikembangkan di tengah laut wilayah Kabupaten Yapen, Papua Barat.

"Hari ini duta besar Norwegia ingin follow up dan melaporkan tentang kerja sama yang sedang dibangun untuk sebuah projek perikanan di Kabupaten Yapen. Project perikanannya tentang aqua farming tapi di laut lepas untuk breeding Baramundi dan pembesaran juga untuk Tuna Yellowfin," ujarnya di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, proyek pengembangan budidaya ikan tersebut akan mulai berjalan pada Desember mendatang. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap kajian.

"Projek ini sudah dalam diskusi, kalau pelaksanannya tadi saya bilang, kalau saya punya way, punya speed, kalau bisa done last year ya done last year. We will do our best to make it happen soon," tambah dia.

dia menambahkan, alasannya bersedia menjalin kerja sama dengan Norwegia lantaran selain perikanan, juga menyokong pertumbuhan ekonominya, Norwegia juga disebut berpengalaman dalam bisnis perikanan.

Dia menyebutkan, tahun 1980 Norwegia tidak memanfaatkan potensi perikannnya. Namun pada 2013 lalu bisnis perikanan di negara tersebut berhasil menembus nilai USD10 miliar.

"Kita percaya dengan Norwegia yang memiliki pengalaman dari zero to ten billion dollars, ini adalah step yang besar. Tapi kita percaya kita bisa. Hanya pengalaman kecil yang saya punya sebelum di Kementerian ini, Pangandaran coast the line is 91 km, and we export," kata dia.

Dia berharap, proyek ini bisa membantu ekspor perikanan Indonesia, sehingga mampu bersaing dengan negara lain seperti Thailand, Taiwan, dan China yang notabenenya memiliki laut yang lebih sempit.

"Jadi jika dikalkulasikan, ten billion dollars itu kecil dengan area yang kita punya. Kita percaya kita bisa melakukan itu. So yang dapat kamu lihat sekarang, Thailand, Taiwan, China, how many square they have territory, and lihat berapa besar dia bisa ekspor? Dan bandingkan dengan Indonesia. Ini yang jadi portfolio kita. Dan saya percaya ini akan jadi step besar untuk kita kerjakan, tapi dengan kita disiplin dan komitmen, kita akan bisa," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Genjot Peluang Investasi...
KKP Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan Selama 2022
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Kembangkan...
Pakistan Kembangkan Rudal Canggih Jadi Ancaman bagi AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved