BI Dorong Layanan Keuangan Digital

Selasa, 04 November 2014 - 18:29 WIB
BI Dorong Layanan Keuangan...
BI Dorong Layanan Keuangan Digital
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berharap, Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) melalui penyaluran program bantuan pemerintah secara non-tunai dapat mempercepat implementasi Layanan Keuangan Digital (LKD) di Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik penyaluran bantuan Pemerintah kepada peserta Program Keluarga Harapan (PKH) atas peluncuran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dia menjelaskan, program penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat miskin yang dilakukan secara non-tunai merupakan langkah dukungan pemerintah guna mendorong akses keuangan kepada masyarakat secara lebih luas.

”Uji coba penyaluran bantuan sosial PKH ini merupakan kerja sama antara BI bersama pemerintah yang saat ini diwakili oleh Kementerian Sosial, Bappenas, Kemenkue, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan TNP2K, serta perbankan yang diwakili Bank Mandiri dan BRI,” kata Ronald usai peresmian uji coba penyaluran bantuan langsung tunai bersyarat kepada peserta PKH di Jakarta kemarin.

Ronald melanjutkan, pada penyaluran bansos kali ini terdapat perubahan di sisi metode penyaluran, yaitu yang biasanya dibayarkan secara tunai menjadi non-tunai yang dapat ditarik melalui agen LKD dengan menggunakan telepon genggam yang sudah terdaftar. ”Kita semua menyadari bahwa kebijakan pengurangan subsidi BBM ibarat pil pahit yang suka atau tidak suka perlu kita lakukan, terutama dalam rangka menyehatkan postur anggaran pemerintah dan menyalurkannya pada sektor-sektor yang dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar dia.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menambahkan, peluncuran KKS, KIP, dan KIS dapat memasyarakatkan layanan perbankan kepada masyarakat seperti program Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas). Budi melanjutkan, dalam jangka panjang pihaknya berharap golongan bawah bisa memiliki akses keuangan. ”Nanti, ke depannya, otomatis kita bisa mendapatkan benefit dari mereka dalam jangka panjang,” paparnya.

Budi mengungkapkan, pada tahap pertama ini Bank Mandiri diberi target 1 juta kartu, selanjutnya Presiden Jokowi menargetkan 15,5 juta kartu. ”Kita di kasih target 1 juta, berikutnya 15,5 juta itu secepat mungkin. Kalau 1 juta ini sudah beres, nanti oleh pemerintah akan disalurkan 15,5 juta. Kita akan bareng-bareng. Sarannya kami, itu dibuka di tiga bank terutama yang BUMN. Karena kalau sendiri tidak secepat kalau kita jalan bareng-bareng,” tandas Budi.

Kunthi fahmar sandy
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
28 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
49 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Infografis
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp26,75 Triliun, Kripto Sumbang Rp838,56 M
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved