Konsumsi Rumah Tangga di Batam Diperkirakan Melemah

Rabu, 05 November 2014 - 05:03 WIB
Konsumsi Rumah Tangga...
Konsumsi Rumah Tangga di Batam Diperkirakan Melemah
A A A
BATAM - Komponen pengeluaran konsumsi masyarakat diperkirakan akan terkontraksi sesaat hingga tiga bulan ke depan disebabkan kenaikan harga BBM subsidi.

"Kenaikan BBM akan menyebabkan kontraksi sesaat terhadap pola konsumsi masyarakat. Paling lama tiga bulan," ujar Dosen Bisnis Internasional Universitas Putera Batam Suyono Saputra, Selasa (4/11/2014).

Menurutnya, dampak kontraksi itu kemudian akan menurun setelah masyarakat khususnya pengguna kendaraan akan mulai membiasakan diri dengan harga BBM yang baru.

Sehingga dampaknya memang berlanjut namun alokasi pengeluaran masyarakat untuk konsumsi BBM yang pasti semakin membengkak karena kenaikan harga.

Namun Suyono juga memperkirakan dampak sosial kenaikan harga BBM tidak terlalu signifikan mengingat pada waktu yang bersamaan pemerintah memberikan dana kompensasi sebesar Rp200.000 per bulan kepada setiap rumah tangga miskin mulai Senin lalu. Program itu dinilai untuk menopang daya beli saat harga BBM bersubsidi dinaikkan dalam waktu dekat.

"Tapi berkaca dari kenaikan tahun-tahun sebelumnya, dampak sosialnya tidak trelalu signifikan karena pada saat bersamaan ada program BLT," kata dia.

Selain itu, dampak kenaikan harga juga dipastikan ikut mengerek kenaikan harga barang. Kenaikan BBM dalam waktu dekat juga berbarengan dengan perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru sehingga selama dua tiga bulan ke depan harga barang kebutuhan pokok diprediksi naik. Hanya saja Suyono mengatakan tanpa kenaikan BBM sebenarnya harga juga sudah kerap fluktuatif

Oleh karena itu, Pemda, lanjutnya, harus memikirkan solusi agar kenaikan BBM tidak terlalu berdampak dalam terhadap masyarakat akibat kenaikan harga pasar.

Pemda dan pengusaha harus bisa menjamin kelancaran pasokan termasuk melakukan operasi pasar secara berkala. "Operasi pasar bisa dilakukan secara berkala terutama di titik-titik masyarakat berpenghasilan rendah," kata dia.

Sebagai gambaran, berdasarkan Kajian Ekonomi dan Keuangan BI Kepri, dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah menjadi penopang penguatan pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I/2014 dan triwulan II/2014.

Konsumsi rumah tangga pada triwulan I tercatat 4,87% setelah pada triwulan IV/2013 sebesar 4,85%. Pada triwulan II/2014 konsumsi rumah tangga menunjukkan penguatan menjadi 7,89%.

Jika dibandingkan pada kenaikan BBM pada Juni 2013 seharga Rp6.500, konsumsi rumah tangga di Kepri terjadi pelemahan sejak triwulan II/2013 dari 7,37% menjadi 5,97% pada triwulan III/2013 dan terus melemah pada akhir periode 2013.

Namun memasuki 2014, secara perlahan konsumsi rumah tangga menunjukkan penguatan ditopang oleh peningkatan daya beli masyarakat karena kenaikan upah serta penurunan laju inflasi hingga Pemilu. Adapun konsumsi rumah tangga pada triwulan II/2014 berkontribusi terhadap PDRB kawasan ini sebesar 50,8%.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
50 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved