Rupiah Berakhir Loyo ke Rp12.162/USD
Rabu, 05 November 2014 - 16:31 WIB
Rupiah Berakhir Loyo ke Rp12.162/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) perdagangan hari ini ditutup loyo seiring gagalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan lajunya di zona hijau.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.162 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 52 poin dibanding penutupan Selasa (4/11/2014) di level Rp12.110 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.103 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.080 per USD dan terlemah di level Rp12.162 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.185 per USD, dengan kisaran harian Rp12.080-Rp12.185 per USD. Posisi tersebut melemah 69 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.116 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada level Rp12.170 per USD. Namun posisi tersebut anjlok 52 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.118 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.092 per USD. Posisi ini menguat 35 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.130 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2014, yang tercatat 5,01%, melambat dibanding kuartal sebelumnya.
"Rupiah terpengaruh data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III/2014, di mana kuartal sebelumnya tercatat 5,12% (year on year)," ujar dia, Rabu (4/11/2014).
Sementara IHSG hari ini belum mampu mempertahankan posisinya di zona hijau setelah diserang aksi jual. IHSG terkoreksi 4,11 poin atau 0,08% ke level 5.066,83.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,88 triliun dengan 2,5 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp219,72 miliar. Tercatat 129 saham naik, 179 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.162 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 52 poin dibanding penutupan Selasa (4/11/2014) di level Rp12.110 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.103 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.080 per USD dan terlemah di level Rp12.162 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.185 per USD, dengan kisaran harian Rp12.080-Rp12.185 per USD. Posisi tersebut melemah 69 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.116 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada level Rp12.170 per USD. Namun posisi tersebut anjlok 52 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.118 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.092 per USD. Posisi ini menguat 35 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.130 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2014, yang tercatat 5,01%, melambat dibanding kuartal sebelumnya.
"Rupiah terpengaruh data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III/2014, di mana kuartal sebelumnya tercatat 5,12% (year on year)," ujar dia, Rabu (4/11/2014).
Sementara IHSG hari ini belum mampu mempertahankan posisinya di zona hijau setelah diserang aksi jual. IHSG terkoreksi 4,11 poin atau 0,08% ke level 5.066,83.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,88 triliun dengan 2,5 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp219,72 miliar. Tercatat 129 saham naik, 179 saham melemah dan 92 saham stagnan.
(rna)