Bank Sentral Anggota OKI Bahas Ini Surabaya

Kamis, 06 November 2014 - 12:36 WIB
Bank Sentral Anggota...
Bank Sentral Anggota OKI Bahas Ini Surabaya
A A A
SURABAYA - Pertemuan bank-bank sentral anggota negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) membahas strategi menjaga stabilitas sistem keuangan melalui kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan termasuk inklusi keuangan dalam menghadapi goncangan ekonomi.

"Isu besarnya adalah bagaimana negara-negara OKI siap kalau ada goncangan finansial, pendekatannya apa saja," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs pada wartawan di sela-sela acara Meeting of Central Banks and Monetary Authorities of The Organisation of Islamic Cooperation Member Countries di Surabaya, Kamis (6/11/2014).

Menurutnya, isu makroprudensial tersebut menjadi isu yang sangat penting di negara-negara OKI lainnya.

Pertemuan tersebut merupakan salah satu rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival yang diselenggarakan di Surabaya 3-9 November 2014. Pertemuan tersebut dihadiri delapan gubernur bank sentral dan perwakilan bank-bank sentral selevel deputi gubernur.

Peter mengatakan pertemuan tersebut juga membahas tentang pengelolaan potensi zakat dan wakaf. Pasalnya, zakat dan wakaf memiliki potensi sekitar Rp217 triliun. Sayangnya, potensi besar itu baru dapat digali sekitar 1% saja.

"Kita mau bikin acuannya, pengelolaan wakaf dan zakat itu seperti apa," imbuh Peter.

Peter mengatakan, partisipasi anggota OKI cukup tinggi, di mana 26 perwakilan bank sentral datang dari 51 bank sentral negara anggota OKI.

Perwakilan negara-negara yang hadir, antara lain dari Aljazair, Bangladesh, Brunei Darusalam, Mesir, Iran, Irak, Jordania, Kazakshtan, Libya, Malaysia, Maladewa, Mauritania, Maroko, Oman, Pakistan, Palestina.

Selain itu, dari Mozambik, Saudi Arabia, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Yaman, dan bank sentral untuk Afrika Barat. Pertemuan serupa tahun depan akan digelar di Suriname.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Episentrum Krisis Ekonomi
Episentrum Krisis Ekonomi
Resesi Hantam Singapura,...
Resesi Hantam Singapura, Ekonom: Indonesia Sudah di Depan Mata
Ekonomi Negara Tetangga...
Ekonomi Negara Tetangga Terpuruk Nyaris Krisis, Indonesia Aman?
Agar Krisis Kesehatan...
Agar Krisis Kesehatan Tak Menjelma Krisis Sosial-Ekonomi
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved