alexametrics

Bank Sentral Anggota OKI Bahas Ini Surabaya

loading...
Bank Sentral Anggota OKI Bahas Ini Surabaya
Bank Sentral Anggota OKI Bahas Ini Surabaya
A+ A-
SURABAYA - Pertemuan bank-bank sentral anggota negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) membahas strategi menjaga stabilitas sistem keuangan melalui kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan termasuk inklusi keuangan dalam menghadapi goncangan ekonomi.

"Isu besarnya adalah bagaimana negara-negara OKI siap kalau ada goncangan finansial, pendekatannya apa saja," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs pada wartawan di sela-sela acara Meeting of Central Banks and Monetary Authorities of The Organisation of Islamic Cooperation Member Countries di Surabaya, Kamis (6/11/2014).

Menurutnya, isu makroprudensial tersebut menjadi isu yang sangat penting di negara-negara OKI lainnya.



Pertemuan tersebut merupakan salah satu rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival yang diselenggarakan di Surabaya 3-9 November 2014. Pertemuan tersebut dihadiri delapan gubernur bank sentral dan perwakilan bank-bank sentral selevel deputi gubernur.

Peter mengatakan pertemuan tersebut juga membahas tentang pengelolaan potensi zakat dan wakaf. Pasalnya, zakat dan wakaf memiliki potensi sekitar Rp217 triliun. Sayangnya, potensi besar itu baru dapat digali sekitar 1% saja.

"Kita mau bikin acuannya, pengelolaan wakaf dan zakat itu seperti apa," imbuh Peter.

Peter mengatakan, partisipasi anggota OKI cukup tinggi, di mana 26 perwakilan bank sentral datang dari 51 bank sentral negara anggota OKI.

Perwakilan negara-negara yang hadir, antara lain dari Aljazair, Bangladesh, Brunei Darusalam, Mesir, Iran, Irak, Jordania, Kazakshtan, Libya, Malaysia, Maladewa, Mauritania, Maroko, Oman, Pakistan, Palestina.

Selain itu, dari Mozambik, Saudi Arabia, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Yaman, dan bank sentral untuk Afrika Barat. Pertemuan serupa tahun depan akan digelar di Suriname.
(rna)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top