Pertamina: BBM Bersubsidi Habis Sebelum Natal

Kamis, 06 November 2014 - 15:43 WIB
Pertamina: BBM Bersubsidi...
Pertamina: BBM Bersubsidi Habis Sebelum Natal
A A A
SURABAYA - PT Pertamina (persero) menegaskan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan habis sebelum Hari Raya Natal.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, BBM jenis premium akan habis pada 20 Desember, solar 23 Desember dan minyak tanah akan habis pada 7 Desember, sebelum hari raya umat Nasrani ini berlangsung. Hal itu sesuai dengan prognosa perseroan.

"Kita akan laporkan ini ke pemerintah dua minggu ke depan," kata Hanung saat mengecek kepastian pasokan distribusi BBM jelang kenaikan harga BBM di TBBM Surabaya, Kamis (6/11/2014).

Menurut Hanung, jika kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014 sebanyak 46 juta kiloliter (kl) habis maka Pertamina akan menyediakan premium non-subsidi. Sementara untuk solar dan minyak mentah kondisinya aman.

"Penjualan tinggi biasanya di NTT (Nusa Tenggara Timur) dan NTB (Nusa Tenggara Barat) solar sampai 25-30%. Utamanya untuk Natal dan Tahun Baru ini memang besar karena even besar," katanya.

Hanung mengklaim, habisnya kuota BBM bersubsidi karena kondisi kemacetan di kota-kota besar. Pasalnya, dengan kondisi macet maka konsumsi BBM bersubsidi bisa dua kali lipat.

"Saya rasa kemacetan memberi kontribusi konsumsi naik. Macet konsumsinya bisa dua kali lipat," tandasnya.

Ke depan, lanjut Hanung, macet harus diselesaikan dengan memperbaiki infrastruktur, sehingga jika kuota BBM bersubsidi hanya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina saja yang dibebankan.

"Untuk mengatasi ini maka jangka panjang solusinya adalah kenaikan harga BBM. Konsumen juga harus secara bijak menghemat BBM subsidi," tutur Hanung.

Lebih lanjut Hanung mengatakan pemerintah juga harus mengubah mekanisme pajak kepemilikan kendaraan, seperti di negara-negara maju.

"Negara-negara maju ini pakai mekanisme tax kalau lebih dari 10 tahun tidak boleh jalan. Kalau kita ini tahun 1973 saja masih jalan padahal borosnya dua kali lipat," katanya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramadhan, Satgas Pertamina...
Ramadhan, Satgas Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Sumbar Aman
Tepis Hoax, Pertamina...
Tepis Hoax, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman
Tanker Raksasa PERTAMINA...
Tanker Raksasa PERTAMINA PRIDE Siap Salurkan Energi Nasional
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Kilang Beroperasi Normal...
Kilang Beroperasi Normal Selama Nataru, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman
Subholding Downstream...
Subholding Downstream Pertamina Seharusnya Bikin Operasional Hilir Makin Optimal
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
17 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
34 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Besaran Gaji dan Tunjangan...
Besaran Gaji dan Tunjangan Hakim Sebelum Dinaikkan Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved