Etihad Airways Butuh 600 Pilot dalam 3 Tahun

Jum'at, 07 November 2014 - 15:26 WIB
Etihad Airways Butuh...
Etihad Airways Butuh 600 Pilot dalam 3 Tahun
A A A
ABU DHABI - Maskapai penerbangan nasional dari Uni Emirat Arab, Etihad Airways dalam waktu 3 tahun ke depan membutuhkan sekitar 500 hingga 600 pilot (first officer).

Etihad telah mengumumkan perekrutan terhadap 40 pilot berkualitas dan memenuhi syarat dari Alitalia, maskapai penerbangan nasional Italia sebagai bagian dari kampanye global untuk pencarian sejumlah penerbang.

Para personel baru ini tengah menjalani proses transfer ke Etihad Airways dengan kontrak selama 3 tahun, dengan opsi untuk menjadi karyawan permanen setelah masa kontrak berakhir.

Secara total, 38 dari keseluruhan pilot akan mulai bekerja di Etihad Airways sebelum akhir tahun, sementara dua lainnya akan bergabung dengan maskapai penerbangan ini dalam periode dua bulan pertama di 2015.

Program tiga bagian yang diselenggarakan secara in-house di Akademi Pelatihan Etihad di Abu Dhabi akan dihadiri oleh 16 pilot dari grup yang akan mengubah tipe rating pesawat di lisensi mereka. Fokus pelatihan ini adalah induksi perusahaan dan pelatihan khusus di area-area, seperti sistem pesawat, keamanan, dan operasi spesial.

Aktivitas ini kemudian dilanjutkan dengan pelatihan simulasi dan tentunya line training dengan menggunakan pesawat Etihad Airways. Sedangkan 24 personel lainnya akan melanjutkan tipe rating yang mereka miliki saat ini dan akan mengikuti pelatihan dengan tempo yang lebih singkat, program pelatihan selama dua bulan di Abu Dhabi.

Presiden dan Chief Executive Officer Etihad Airways James Hogan menyatakan, perusahaan akan mempekerjakan ratusan pilot dalam 3 tahun ke depan untuk tetap dapat mengimbangi pesatnya ekspansi penerbangan pesawat dan jaringan global Etihad.

"Untuk membantu memenuhi target tersebut, kami mengadakan roadshow di Italia pada awal tahun ini untuk memperkenalkan maskapai penerbangan kami kepada pilot-pilot Alitalia, dan mengundang mereka yang tertarik bergabung dengan kami untuk menghadiri rangkaian proses wawancara dan pemeriksaan di Roma atau di Abu Dhabi," kata James dalam rilisnya, Jumat (7/11/2014).

Dari pusatnya di Abu Dhabi International Airport, Etihad Airways melayani 111 wilayah tujuan penumpang dan kargo ke Timur Tengah, Afrika, Eropa, Asia, Australia danAmerika.

Maskapai memiliki armada yang terdiri dari 105 pesawat Airbus dan Boeing, dan lebih dari 200 armada dalam pemesanan, termasuk 71 pesawat Boeing 787s, 25 Boeing 777-X, 62 Airbus A350s, dan 10 Airbus A380s.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Etihad Airways Buka...
Etihad Airways Buka Layanan Penerbangan Langsung dari Abu Dhabi ke Bali
Sukses Restrukturisasi...
Sukses Restrukturisasi Garuda Indonesia, Erick Thohir Ajak Etihad Investasi
Cek Fakta: Penumpang...
Cek Fakta: Penumpang Etihad Nangis Diperlakukan Kasar dan Gagal Terbang karena Bagasi
Perluas Promosi Pariwisata...
Perluas Promosi Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Gandeng Qatar Airways
Dongkrak Kunjungan Wisman...
Dongkrak Kunjungan Wisman ke Borobudur, InJourney Gandeng Thai Airways
Viral Video Seorang...
Viral Video Seorang Mahasiswa Satu-satunya Penumpang Penerbangan London-Orlando
Berita Terkini
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
4 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
21 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
31 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved