Harus Ada Win-win Solution dalam Penetapan UMK

Kamis, 13 November 2014 - 03:11 WIB
Harus Ada Win-win Solution...
Harus Ada Win-win Solution dalam Penetapan UMK
A A A
BANDUNG - Penetapan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) diharapkan tidak memberatkan kalangan dunia usaha. Meskipun di sisi lain kesejahteraan para karyawan perlu diperhatikan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat (Jabar) Deddy Widjaja mengatakan, pihaknya berharap UMK yang nantinya ditetapkan sesuai dengan kemampuan dunia usaha.

"Besaran UMK yang ditetapkan harus rasional dengan kemampuan kami para pengusaha," ujarnya kepada wartawan, Rabu (12/11/2014).

Sebab, kami sudah terbebani dengan kenaikan tarif listrik, belum lagi rencana kenaikan harga BBM yang pasti berpengaruh terhadap dunia usaha.

"Penetapannya harus mampu menjadikan win-win solution karena penetapan tersebut bisa bersinggungan dengan iklim investasi," sambungnya.

Menurutnya, dewan pengupahan memiliki tugas untuk memberikan rekomendasi besaran UMK berdasarkan hasil survey HKL (Kebutuhan Hidup Layak) di masing-masing kabupaten/kota.

"Keputusan tetap ada pada Gubernur. Karenanya, kami harap Gubernur mampu membuat win-win solution dalam menetapkan UMK tersebut," katanya.

Dia mengakui, kalangan dunia usaha merasa keberatan dengan tuntutan para buruh yang meminta kenaikan UMK hingga 30%. "Pilihan yang sulit, sungguh tidak mudah menyetujui kenaikan UMK hingga 30%," sebutnya.

Menyinggung rekomendasi UMK dari dewan pengupahan, pihaknya berharap rekomendasi yang disampaikan oleh dewan pengupahan kabupaten/kota sudah bisa selesai pada pekan depan.

"Kami harap pekan depan rekomendasinya sudah selesai dan sudah bisa diserahkan kepada gubernur. Beberapa daerah sudah merekomendasikan besaran UMK, dengan kisaran kenaikan 6-10%," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, hingga saat ini sudah ada 14 kabupaten/kota yang melaporkan rekomendasi UMK 2015. Daerah yang sudah melaporkan yakni Jawa Barat Bagian Timur dan Priangan.

"Daerah lainnya belum, insya allah segera menyusul. Bandung Raya, Bekasi Raya, Purwakarta biasanya di akhir-akhir. Kami terus tunggu yang masih dalam proses," katanya.

Menanggapi permintaan buruh yang menginginkan kenaikan UMK sebesar 30%, dia mengatakan pihaknya akan berusaha mencari win win solution antara kepentingan buruh dengan kepentingan pengusaha.

"Masing-masing dari pihak buruh maupun pihak pengusaha sudah menyampaikan masukannya kepada saya. Masukan ini nanti yang akan kita sampaikan ke pusat. Agar para buruh bisa lebih terperhatikan, tapi di sisi lain para pengusaha pun tidak sampai gulung tikar," tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
41 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
51 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved