Hyundai dan Kia Dorong Mobil Ramah Lingkungan

Kamis, 13 November 2014 - 10:15 WIB
Hyundai dan Kia Dorong...
Hyundai dan Kia Dorong Mobil Ramah Lingkungan
A A A
SEOUL - Hyundai Motor Co dan Kia Motors Corp berencana meningkatkan jumlah mobil hemat bahan bakar hingga tiga kali lipat pada 2020.

Langkah ini dilakukan meningkatkan daya saingnya dalam penghematan bahan bakar. Para investor menyuarakan kekhawatiran tentang versi Genesis terbaru Hyundai dan Soul dari Kia yang lebih boros bahan bakar dibandingkan pendahulunya. Selain itu, juga karena denda USD350 juta di Amerika Serikat (AS) sebab melebihkan data tingkat kehematan bahan bakar kendaraannya.

Langkah yang diumumkan kemarin itu sepekan setelah kedua perusahaan berjanji meningkatkan tingkat kehematan bahan bakar mobilnya hingga 25% pada 2020, untuk memenuhi regulasi emisi di AS, Eropa, dan Korea Selatan (Korsel). Kedua perusahaan juga mengumumkan akan membeli kembali sahamnya senilai USD615 juta. Langkah ini dinilai untuk meredam kemarahan investor dengan tawaran USD10 miliar untuk properti yang akan digunakan sebagai kantor pusat yang baru.

“Para investor telah mengomplain kurangnya kebijakan yang ramah pada pemegang saham Hyundai dan kurangnya komunikasi tentang visinya, terutama setelah kesepakatan properti itu,” papar analis Yim Eun-young dari Samsung Securities, dikutip kantor berita AFP.

“Pengumuman hari ini tampaknya menjadi bagian upayanya menenangkan para pemegang saham dan komunikasi yang lebih baik dengan pasar.” Saham Hyundai turun 25% tahun ini, tapi mengalami kenaikan 17% sejak menyentuh level terendah dalam empat tahun pada 5 November. Saham Kia turun 0,9% saat indeks melemah 2,4%. Sesuai rencana yang diungkapkan kemarin, Hyundai dan Kia akan menaikkan jumlah mobil hemat bahan bakar pada 2020.

“Kami telah menetapkan target internal yang menempatkannya menjadi nomor dua di pasar mobil ramah lingkungan secara global, yang diperkirakan tumbuh dari 2,2 juta mobil tahun ini menjadi 6,4 juta pada 2020,” papar pernyataan bersama Hyundai dan Kia. Hyundai dan Kia berencana merilis 12 model mobil tenaga mesin hibrida bensin dan listrik, memperluas lini ke mobil ukuran kecil dan mobil sport utility vehicles (SUV).

Jajaran mobil ramah lingkungan ini juga termasuk 6 mobil hibrida ukuran menengah, 2 mobil bahan bakar sel, dan 2 mobil listrik tenaga baterai. September lalu Hyundai sempat diguncang aksi mogok kerja para pegawainya. Sekitar 40.000 pegawai Hyundai menggelar mogok kerja selama dua jam pada 24 September. Mereka mengecam kegagalan negosiasi pengaturan upah dengan pihak perusahaan.

Pekerja di pabrik utama Hyundai di Kota Ulsan dan kota lainnya di Korsel, menolak bekerja selama dua jam pada Selasa (23/9) dan Rabu (24/9). Mogok kerja kali ini merupakan yang kedua dalam satu bulan.

Pekerja menuntut agar bonus dimasukkan sebagai bagian dari gaji pokok yang digunakan untuk menghitung upah lembur, sif hari libur, dan dana pensiun. Menurut perusahaan, memasukkan bonus dalam bagian gaji pokok akan menaikkan tagihan gaji hingga 10%.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
21 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved