WTI Menuju Penurunan Mingguan Terpanjang Sejak 1986

Jum'at, 14 November 2014 - 10:28 WIB
WTI Menuju Penurunan...
WTI Menuju Penurunan Mingguan Terpanjang Sejak 1986
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menuju penurunan mingguan terpanjang dalam hampir tiga dekade.

Sedangkan minyak brent berada pada rekor penurunan beruntun di tengah spekulasi bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menahan diri untuk memangkas produksi demi meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.

Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York dan siap menuju penurunan mingguan ketujuh, merupakan penurunan terpanjang sejak Maret 1986.

Goldman Sachs Group Inc menyatakan bahwa penurunan harga minyak ini karena OPEC akan mempertahankan produksinya. Sementara laporan pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma meningkat ke level tertinggi sejak Mei 2014.

"Pasar sedang ketakutan saat ini, namun akan surut tergantung apa yang dipikirkan OPEC." kata Kepala Investasi di Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir Bloomberg, Jumat (14/11/2014).

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember berada di USD74,42 per barel, naik 21 sen pada pukul 13.26 siang waktu Sydney. Kontrak turun USD2,97 ke USD74,21 kemarin, penutupan terendah sejak September 2010.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 45% di atas rata-rata 100-hari. Harga turun 5,4% sepanjang pekan ini, dan anjlok 24% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak mentah brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman Januari naik 66 sen atau 0,9% ke USD78,15 per barel.

Kontrak Desember yang berakhir kemarin setelah jatuh USD2,46 menjadi USD77,92, terendah sejak September 2010. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD3,65.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Penampakan Cumi-cumi...
Penampakan Cumi-cumi Raksasa Pertama Kalinya Sejak 100 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved