Pengaruhi Inflasi, BI-Pemerintah Akan Koordinasi soal BBM
Minggu, 16 November 2014 - 13:39 WIB
Pengaruhi Inflasi, BI-Pemerintah Akan Koordinasi soal BBM
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpengaruh terhadap inflasi.
BI akan memberikan beberapa masukan mengenai dampak kenaikan harga BBM terhadap makro ekonomi di dalam negeri.
"Kami juga membantu bagaimana penyaluran untuk transfer sosial program. Selanjutnya, respon BI akan tergantung nanti bagaimana kepastian mengenai kebijakan yang akan di tempuh pemerintah. Tentu saja pada waktunya nanti akan kita umumkan," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo kepada wartawan di Jakarta akhir pekan ini.
BI menilai, pembicaraan mengenai kemungkinan naiknya harga BBM akan berkontribusi terhadap laju inflasi.
Menurutnya, ini sesuai ekspektasi pasar. Di mana, sejumlah kalangan dari pedagang maupun konsumen sudah mulai menaikkan harga.
"Kalau ekspektasi inflasi ini sebenarnya baru ada indikasi saja. Sekarang sudah ada pembicaraan mengenai kemungkinan harga BBM, biasanya kalau ekpektasi inflasi dari pedagang atau konsumen mulai naik. Tapi kita memastikan kenaikan ekspektasi itu masih kecil," ungkapnya.
Menurut dia, yang ingin dipastikan adalah dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi akan tetap terkendali dan akan temporer.
Inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga BBM biasanya terjadi paling lama tiga bulan.
Pada bulan pertama biasanya dampak langsung karena kenaikan langsung harganya. Kemudian bulan kedua akan berdampak terhadap kenaikan tarif angkutan umum.
Sementara, dampak lainnya yakni adanya kenaikan harga barang dan jasa.
"Dampaknya kalau diukur month to month pada bulan keempat biasanya sudah normal. Dengan respon yang sangat koordinatif dengan pemerintah dan BI, inflasi jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya seperti 2005 dan 2008," imbuh Perry.
BI akan memberikan beberapa masukan mengenai dampak kenaikan harga BBM terhadap makro ekonomi di dalam negeri.
"Kami juga membantu bagaimana penyaluran untuk transfer sosial program. Selanjutnya, respon BI akan tergantung nanti bagaimana kepastian mengenai kebijakan yang akan di tempuh pemerintah. Tentu saja pada waktunya nanti akan kita umumkan," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo kepada wartawan di Jakarta akhir pekan ini.
BI menilai, pembicaraan mengenai kemungkinan naiknya harga BBM akan berkontribusi terhadap laju inflasi.
Menurutnya, ini sesuai ekspektasi pasar. Di mana, sejumlah kalangan dari pedagang maupun konsumen sudah mulai menaikkan harga.
"Kalau ekspektasi inflasi ini sebenarnya baru ada indikasi saja. Sekarang sudah ada pembicaraan mengenai kemungkinan harga BBM, biasanya kalau ekpektasi inflasi dari pedagang atau konsumen mulai naik. Tapi kita memastikan kenaikan ekspektasi itu masih kecil," ungkapnya.
Menurut dia, yang ingin dipastikan adalah dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi akan tetap terkendali dan akan temporer.
Inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga BBM biasanya terjadi paling lama tiga bulan.
Pada bulan pertama biasanya dampak langsung karena kenaikan langsung harganya. Kemudian bulan kedua akan berdampak terhadap kenaikan tarif angkutan umum.
Sementara, dampak lainnya yakni adanya kenaikan harga barang dan jasa.
"Dampaknya kalau diukur month to month pada bulan keempat biasanya sudah normal. Dengan respon yang sangat koordinatif dengan pemerintah dan BI, inflasi jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya seperti 2005 dan 2008," imbuh Perry.
(izz)