Pemerintah Akan Hapus Pajak Komponen Kapal Impor

Senin, 17 November 2014 - 11:37 WIB
Pemerintah Akan Hapus...
Pemerintah Akan Hapus Pajak Komponen Kapal Impor
A A A
BANDUNG - Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy Supriadi Priatna mengungkapkan, dalam pengembangan konsep Tol Laut pemerintah akan menghapus kebijakan pajak PPN, bea masuk komponen kapal impor, serta memberikan pinjaman dengan bunga rendah di dalam negeri.

"Untuk kapal hitungan kami butuh Rp100-150 triliun, kapal dibelikan buat siapa. Untuk awal, tetap saya kira Pelni harus dilibatkan. Yang bersubsidi ada, yang komersial ada. Namun, yang utama untuk swasta, melalui bunga pinjaman yang murah," ujarnya, akhir pekan.

"Blending melalui pinjaman luar negeri dan pinjaman di dalam negeri dari bank-bank, dan itu tidak akan merugikan pemerintah sama sekali," lanjut Dedy.

Dia menambahkan, implementasi akan berjalan dengan maksimal jika pertumbuhan di daerah juga mampu bertumbuh sebagai pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Dedy beralasan, pembangunan Dermaga maupun pelabuhan oleh pemerintah, tidak akan berjalan jika pemerataan tidak terjadi di sejumlah daerah.

"Kalau pelabuhannya ada, tentu yang diangkut harus ada dong. Karena ini konsep tol laut ini akan berjalan seiring dengan rencana pemerintah membangun sektor-sektor yang bertumpu pada kegiatan ekonomi masyarakat," tandasnya.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Associations (INSA), Carmelita Hartoto mengatakan, kalangan pelayaran nasional swasta terutama di sektor jasa kontainer sudah menerapkan gagasan tol laut yang dicanangkan pemerintahan sekarang.

Dia mencontohkan, dua rute utama yakni Jakarta-Surabaya termasuk Makassar pelayaran untuk kegiatan kontainer sudah aktif memberikan pelayanan jasa kontainer.

"Ke depan, hanya perlu ditingkatkan kapasitasnya terutama untuk pelabuhan utama tersebut. kalau untuk dua pelabuhan internasional dan 24 pelabuhan pengumpul. Pemerintah memang sangat perlu membangun pusat industri. Supaya di daerah tersebut ada barang yang diangkut," pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan hitung-hitungan dalam mewujudkan tol laut dibutuhkan sedikitnya anggaran sebesar Rp424 triliun.

Anggaran tersebut untuk membangun pelabuhan dan dermaga-dermaga yang layak disinggahi kapal-kapal besar. Sementara untuk mendatangkan kapal, dibutuhkan sedikitnya anggaran Rp100-Rp150 triliun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Menteri PPN/Bappenas...
Menteri PPN/Bappenas Ungkap Pentingnya Reindustrialisasi
Pemprov DKI dan Kementerian...
Pemprov DKI dan Kementerian PPN/Bappenas Bahas Rencana Tata Ruang Jakarta Pasca-Ibu Kota Pindah
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
43 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved