Pasar Konstruksi Pracetak Prospektif

Senin, 17 November 2014 - 14:50 WIB
Pasar Konstruksi Pracetak...
Pasar Konstruksi Pracetak Prospektif
A A A
JAKARTA - Pemerintah optimistis pasar konstruksi pracetak dan prategang di dalam negeri akan semakin berkembang seiring tumbuhnya industri konstruksi.

Sebab saat ini industri konstruksi yang menggunakan beton pracetak dan prategang baru menyerap 23% dari total konstruksi. “Padahal dalam jangka panjang, penggunaan beton pracetak dan prategang pada industri konstruksi nasional ditargetkan bisa mencapai 50%,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) Waskito Pandu kepada KORAN SINDOdi Jakarta, pekan lalu.

Untuk mendorong penggunaan beton pracetak prategang ini, kata Waskito, kualitasnya perlu ditingkatkan melalui penelitian- penelitian. Selain itu juga perlu dilakukan sertifikasi berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI). Ketua Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3BI) Wilfred Singkali mengatakan, pasar beton pracetak prategang di Indonesia masih sangat prospektif, mengingat Indonesia terus membangun konstruksi-konstruksi besar di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

“Pasar kita masih sangat prospektif karena adanya pembangunan konstruksi berskala besar,” ujar dia. Penggunaan beton pracetak dan prategang, kata Wilfred, akan lebih masif jika pembangunan secara nasional lebih merata. Kendalanya saat ini, penggunaan beton pracetak lebih banyak terpusat di sentrasentra ekonomi dan bisnis, terutama di Pulau Jawa.

Ichsan amin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
15 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
35 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved