Pasar Obligasi Diprediksi Tak Terlalu Berfluktuatif

Senin, 17 November 2014 - 19:00 WIB
Pasar Obligasi Diprediksi...
Pasar Obligasi Diprediksi Tak Terlalu Berfluktuatif
A A A
JAKARTA - Pasar obligasi pada pekan ini diprediksi tidak akan terlalu berfluktuatif lantaran melemahnya pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diimbangi dengan tetapnya suku bunga Bank Indonesia (BI rate).

"Adanya imbas pelemahan pertumbuhan GDP akan mewarnai pergerakan pasar obligasi, tetapi imbas pelemahan tersebut dapat diimbangi dengan tetapnya BI rate, sehingga tidak membuat pasar obligasi terlalu berfluktuatif," kata Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Senin (17/11/2014).

Selain itu, dia menambahkan, masih adanya optimisme yang cukup tinggi dari pelaku pasar membuat laju pasar obligasi tidak terlalu terlihat melemah.

Sementara minimnya rilis data-data ekonomi domestik di pekan ini diharapkan bisa dimbangi dengan rilis data-data ekonomi makro dari global yang diharapkan juga lebih baik, sehingga tidak banyak berimbas negatif pada pasar obligasi di Tanah Air.

"Kami estimasikan jika kondisinya dapat positif, maka diperkirakan laju pasar obligasi dapat bergerak menguat dengan minimal perubahan harga obligasi rerata sebanyak 20-25 bps," ujarnya.

Namun jika yang terjadi sebaliknya, dia memprediksi, harga obligasi berpotensi melemah hingga minimal rerata 10-12 baisi points (bps). Untuk itu, dia meyarankan kepada pelaku pasar agar tetap mencermati perubahan sentimen yang ada.

Adapun laju pasar obligasi pada pekan lalu menguat di tengah mendatarnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sentimen yang mendominasi pasar obligasi berasal dari kondisi ekonomi domestik.

Pernyataan pemerintah terkait rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi direspon positif oleh pasar meski sempat direspon negatif karena belum adanya kepastian waktu untuk melakukan kebijakan tersebut.

Tidak hanya itu, maraknya berita positif terkait pidato bahasa Inggris Presiden Joko Widodo di hadapan ratusan delegasi APEC untuk memaparkan potensi investasi di Indonesia dan mendapat tanggapan positif direspon baik oleh para pelaku pasar.

"Hasil dari RDG BI yang akhirnya tidak ada perubahan suku bunga acuan turut menambah sentimen positif," imbuh Reza.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
BUMA Lunasi Sisa Obligasi...
BUMA Lunasi Sisa Obligasi 2026 Senilai USD212,25 Juta
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
2 jam yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
3 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
3 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
4 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
12 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved