Raskin Masih Dibutuhkan

Selasa, 18 November 2014 - 10:20 WIB
Raskin Masih Dibutuhkan
Raskin Masih Dibutuhkan
A A A
JAKARTA - Wacana penghapusan program beras untuk rakyat miskin (raskin) kembali ditentang sejumlah kalangan.

Raskin dinilai masih layak dijalankan karena tidak sekadar program pemenuhan pangan, tetapi juga terkait dengan distribusi produk para petani lokal dari serbuan produk impor. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan, pemerintah sebaiknya tidak gegabah menghapus program raskin.

Sebab, program tersebut dinilai berhasil menjamin kebutuhan pangan masyarakat, menjaga stabilitas harga beras di pasaran, juga menjadi andalan petani untuk menjual hasil taninya dengan harga yang cukup mahal, di atas harga pasaran.

“Kalau Raskin dihapus, diperkirakan harga beras melonjak. Walaupun orang miskin diberi uang melalui kartu elektronik dan bisa membeli beras sesuka dia, tapi harga di pasar akan naik. Nah, uang yang diberikan itu cukup tidak buat memenuhi kebutuhan pangan mereka kalau harga di pasar melonjak,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya kepada KORAN SINDOkemarin.

Dia menguraikan, harga raskin saat ini sebesar Rp1.600, sementara harga beras termurah di pasaran Rp6.600. Jika selama ini masyarakat miskin memperoleh raskin sebanyak 15 kilogram (kg) per bulan. maka pemerintah harus menyiapkan uang yang setara dengan harga 15 kg beras per bulannya.

“Selama ini raskin di daerahdaerah Papua sama dengan di Jawa. Karena pendistribusian ditanggung Bulog. Kalau dengan uang elektronik (kartu), harga beras tidak terkontrol karena sesuai mekanisme pasar,” tandasnya. Program raskin, ujar Winarno, juga membantu petani. Sebab, selama ini Bulog membeli beras petani di atas harga pasaran. Setiap bulan Bulog setidaknya mengelola 3,6 juta ton hasil tani dari masyarakat.

Selama ini pun petani merasa dibantu dengan program raskin. Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Ia mendesak pemerintah meninjau ulang rencana penghapusan raskin. Dia menentang rencana pemerintah menghapuskan raskin dan pupuk bersubsidi.

Yanto kusdiantono
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Masih Menjadi Misteri,...
Masih Menjadi Misteri, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved