BBM Naik, Pemerintah Akan Panggil Retailer Raksasa
Selasa, 18 November 2014 - 14:25 WIB
BBM Naik, Pemerintah Akan Panggil Retailer Raksasa
A
A
A
JAKARTA - Pasca pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, pemerintah akan memanggil retailer (pemasok) makanan raksasa.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago mengungkapan, hal ini dalam rangka mengendalikan lonjakan inflasi untuk makanan.
"Pemerintah akan memanggil retailer raksasa untuk tidak menaikkan harga-harga mereka dan mengendalikannya," ujar dia di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Menurutnya, saat ini pemerintah terpaksa menggunakan kekuasannya, agar angka inflasi pasca kenaikan harga BBM tetap terkendali.
"Kalau pasar tradisional tentu akan dikontrol, dikendalikan juga dengan operasi pasar, mencegah adanya yang melakukan penimbunan dan segala macam. Itu berbagai upaya yang dilakukan," jelasnya.
Lebih lanjut Andrinof menuturkan, pemerintah juga akan mengendalikan agar jangan sampai pengguna atau operator angkutan umum menaikkan tarif angkutannya secara drastis.
"Walapun kenakalan-kenakalan muncul di mana-mana, ya tentunya itu pemerintah pusat dan daerah harus mengendalikan supaya tarif angkutan umum tidak naik," tukasnya.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago mengungkapan, hal ini dalam rangka mengendalikan lonjakan inflasi untuk makanan.
"Pemerintah akan memanggil retailer raksasa untuk tidak menaikkan harga-harga mereka dan mengendalikannya," ujar dia di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Menurutnya, saat ini pemerintah terpaksa menggunakan kekuasannya, agar angka inflasi pasca kenaikan harga BBM tetap terkendali.
"Kalau pasar tradisional tentu akan dikontrol, dikendalikan juga dengan operasi pasar, mencegah adanya yang melakukan penimbunan dan segala macam. Itu berbagai upaya yang dilakukan," jelasnya.
Lebih lanjut Andrinof menuturkan, pemerintah juga akan mengendalikan agar jangan sampai pengguna atau operator angkutan umum menaikkan tarif angkutannya secara drastis.
"Walapun kenakalan-kenakalan muncul di mana-mana, ya tentunya itu pemerintah pusat dan daerah harus mengendalikan supaya tarif angkutan umum tidak naik," tukasnya.
(izz)
Lihat Juga :